Stafsus Menteri BUMN Arya Sebut Limit Kartu Kredit Bos BUMN Hanya Rp100 Juta Bukan Rp30 Miliar, Ahok: Jangan Asal Ngomong Kalau Tidak Ada Data

Kamis, 17 Juni 2021 16:46 WIB

Share
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (foto: ist)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (foto: ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Publik digegerkan dengan pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menanggapi pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Ahok sebelumnya mengklaim bahwa ia mendapatkan fasilitas kartu kredit korporasi dengan limit mencapai Rp30 miliar.

Kemudian, Ahok pun mengaku telah meminta kepada manajemen untuk menghapuskan fasilitas untuk para jajaran komisaris BUMN tersebut.

Akan tetapi, di sisi lain, Arya membantah adanya kartu kredit atau credit card (CC) dengan limit hingga mencapai puluhan milyar tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ahok lantas bereaksi dengan tegas dan meminta Arya untuk tidak asal bicara.

“Kalau enggak ada data jangan asal ngomong,” tegasnya, Rabu (16/6/2021).

Sebelumnya, Arya mengakui bahwa memang ada fasilitas kartu kredit korporasi BUMN namun limitnya tidak mencapai Rp30 Milyar.

Pria yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Telkom Indonesia itu juga mengaku telah melakukan pengecekan terkait limit kartu kredit tersebut.

Arya membeberkan untuk para petinggi perusahaan plat merah itu hanya berkisar di angka Rp50 juta hingga maksimal Rp100 juta.

Selain itu, Arya juga menjelaskan penggunaan kartu kredit korporasi tersebut tidak boleh untuk kepentingan pribadi melainkan hanya untuk kepentingan perusahaan. (*/mia)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar