Diduga Menjadi Lokasi Prostitusi Online, Warga Ciledug Deklarasikan Aksi Damai Anti Prostitusi

Rabu, 16 Juni 2021 18:41 WIB

Share
Penggerebekan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang dengan Polres Metro Tangerang di wilayah Ciledug beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)
Penggerebekan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang dengan Polres Metro Tangerang di wilayah Ciledug beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Warga Tanah 100, Kecamatan Ciledug berencana akan menggeruduk sebuah rumah kos yang diduga menjadi lokasi prostitusi.

Warga sudah mulai resah dengan adanya bisnis prostitusi di Kota dengan jargon Akhlakul Karimah itu.

Alhasil, sejumlah pemuda warga Tanah 100 Kelurahan Sudirman Jaya mendeklarasikan aksi damai anti prostitusi, pada Rabu (16/6/2021).

Koordinator KSM Sahabat H. M Yusuf Abdillah menuturkan, deklarasi damai anti prostitusi yang diinisiasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sahabat Ciledug dipicu kekecewaan mereka atas lambatnya tindakan pemerintah dan kesan acuh yang ditunjukan aparatur Kecamatan Ciledug, setelah adanya penggerebekan tempat prostitusi online oleh Satpol PP Kota Tangerang dan Jajaran Polres Metro Tangerang beberapa waktu lalu.

"Yang viral di media sosial adalah kampung kita, itu sudah dua kali viral tapi hingga saat ini tidak ada satupun batang hidung aparatur Kecamatan Ciledug yang melakukan tindak lanjut atas penggerebekan itu, pada deklarasi ini kita juga menyampaikan mosi tidak percaya kepada mereka," tegas Yusuf.

Yusuf mengaku penggerebekan yang dilakukan di wilayahnya harusnya menjadi motivasi bagi pemerintah wilayah.

"Ini kok adem ayem aja engga ada aksi pasca penggerebekan boro boro ada pendataan pemilik kosan atau kontrakan, percuma atuh dirazia tapi tidak ada tindak lanjut seperti sanksi atau minimal pengawasan buat kontrakan itu," tuturnya.

Dia menegaskan dirinya beserta warga lainnya berencana melakukan konsolidasi untuk selanjutnya menyampaikan aspirasi di muka umum agar aparatur Kecamatan Ciledug tidak lagi terkesan impoten dalam memberantas para pelaku prostitusi.

"Kita akan turun ke jalan, menuntut agar camat lebih peka, karena selama ini camat terkesan tuli atas apa yang tengah terjadi, dan jika memang diperlukan dan jika memang camat tidak mampu dalam mengatasi persoalan ini, jangan salahkan jika kami bertindak sendiri," tukasnya.

Sementara itu saat dihubungi H.M Syarifudin Camat Ciledug mengaku tidak mengetahui adanya deklarasi yang dilakukan oleh warganya.

Halaman
Editor: Trias Haprimita
Contributor: Muhammad Iqbal
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar