PULOGADUNG, POSKOTA.CO.ID - Petugas Penyedia Jasa Layanan (PJLP) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang nyambi jadi jambret ternyata sudah enam kali beraksi.
Dalam setiap beraksi dan mendapatkan barang yang diincar, pelaku pun bisa mengantongi uang Rp300 ribu sampai Rp500 ribu.
Asep (29) petugas PJLP yang menjadi pelaku penjambretan mengaku, aksi penjambretan yang dilakukannya itu merupakan yang keenam kalinya. Aksi nekat itu kerap dijalankan demi mendapat uang tambahan.
"Awalnya saya diajak sama teman saya Reza (DPO), cuma ikut-ikutan saja. Tapi kelamaan jadi sering ikut," ujarnya.
Asep yang mengaku bekerja dibagian perawatan taman ini menyebut, setiap aksi penjambretan yang dilakukan mengincar handphone para pengguna jalan.
Dan telepkn genggam yang didapatkan itu biasanya ia jual mulai dari harga Rp600 ribu sampai Rp1 juta. "Nanti uangnya dibagi dua, biasanya itu dapat uang buat makan saja," tuturnya.
Dikatakan Asep, dalam setiap menjalankan aksinya, ia biasa berkumpul dengan joki di rumah susun (rusun) Jatinegara Kaum.
Dan dari situlah ia biasanya berkeliling kawasan Pulogadung sambil mencari mangsa yang akan di jambretnya.
"Saya jarang ikut, biasanya teman saya sama yang lain. Cuma kalau lagi nggak pinya uang baru saya ikut," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Petugas Reskrim Polsek Pulogadung meringkus seorang Petugas Penyedia Jasa Layanan (PJLP) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Pelaku ditangkap setelah aksi penjambretan yang dilakukan di Jalan Balap Sepeda, Rawamangun, Jakarta Timur, bersama rekannya viral di media sosial.