Kominfo luncurkan Literasi Digital, untuk Indonesia Makin Cakep Digital

Senin, 24 Mei 2021 09:15 WIB

Share
Para peserta literasi digital dalam acara peresmian yang dilakukan langsung oleh Kominfo. (Ist)
Para peserta literasi digital dalam acara peresmian yang dilakukan langsung oleh Kominfo. (Ist)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kementrian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Literasi Digital di Jakarta, Minggu (23/5/2021), sekaligus bertepatan memperingati hari kebangkitan nasional.

Dalam program literasi digital bertema Indonesia Makin Cakep Digital peresmian dilakukan secara langsung melalui online dan Siberkreasi serta media televisi.

Menurut Juru Bicara Kementrian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, sekaligus dalam peluncuran Kominfo juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada para putra dan putri daerah yang dinamakan “Local Champion Literasi Digital”.

“Mereka adalah para penggiat literasi digital di berbagai sektor, yang berasal dari 20 provinsi di Indonesia. Mereka memiliki pengaruh dan program yang menginspirasi dunia. Diharapkan akan terus tumbuh para Local Champions lainnya, yang diharapkan mampu menjadi pendorong Indonesia Makin Cakap Digital,” ujar Dedy Permadi, dalam keterangan pers, Senin (24/5/2021) pagi.

Dedy mengungkapkan program yang dilakukan oleh Local Champion ini  menjadi model bagi negara-negara lain untuk dapat diterapkan di negara mereka sendiri.

"Kami memberikan penghargaan ini, sebagai cara kami berterima kasih atas perjuangan mereka di daerah, namun juga berharap, agar mereka dapat menjadi teladan bagi banyak putra-putri daerah lainnya untuk terus membangun diri, komunitas, masyarakat dan bangsa,” tambah,nya.

Para Local Champions tersebut ialah Relawan TIK (RTIK) Papua, Gorontalo, Sumatera Selatan, dan Maluku; Bujang Kurir; BoS (Bali Organik Subak) Petani Muda Keren!; Kururio Indonesia; Solo Bersimponi; Riliv; Sahabat Difabel Aceh; Kampoeng Cyber; Technopren.Pky; Pintu Bahasa; LingkarTangan; Banuamentor; SkolMus; Info Sumbar; Kok Bisa; Tangsel Creative; dan Komunitas Arsel.

Para Local Champion ini menghadirkan solusi untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Sebut saja Relawan TIK (RTIK) yang memiliki program kerja untuk meningkatkan literasi digital masyarakat secara umum, dengan berbagai kebutuhan lokal seperti program pendampingan UMKM terkait promosi, branding digital serta pemanfaatan medsos untuk pelayanan publik khususnya bagi aparat desa dan kelurahan.

"Organisasi Lingkar Tangan ialah Local Champion yang membangun platform untuk mewadahi komunitas di Batam yang memiliki berbagai latar belakang bidang, usia dan kegiatan yang berbeda. Karya mereka telah berbuah prestasi di level Nasional hingga Internasional, salah satunya yakni Best Favorite Wirausaha Muda Mandiri; Juara 3 Internasional Interpreneur Contest," tuturnya.

Local Champion Banuamentor memiliki program untuk membantu para pelajar meningkatkan kompetensi, khususnya di media digital. Hal serupa juga diinisiasi oleh Komunitas Kok Bisa yang merupakan komunitas sains dan edukasi terbesar, dengan lebih dari 3 juta pengikut di seluruh Indonesia.

Selain keduanya, ada SkolMus (Sekolah Multimedia untuk semua) yang memiliki aktivitas unggulan yaitu kelas malam, Ketong Bisa dan Merekam Kota. Kelas malam ini terdiri dari kelas fotografi, videografi, website, multimedia, desain grafis.

Sedangkan Merekam Kota ialah program pengarsipan digital jangka panjang untuk melestarikan memori kolektif publik. Demikian juga dengan Tangsel Creative, memfokuskan diri pada edukasi digital berbasis komunitas seperti kelas terbang.

"Dari sisi multiplatform ada InfoSumbar yang setia memberikan beragam informasi dari dan kepada masyarakat Sumatera Barat. Mulai dari peristiwa, kejadian, berbagai acara, beragam informasi seni, budaya, pariwisata yang dikemas dalam bentuk visual, infografis, motion dan juga teks,"tutupnya.

"Sedangkan Komunitas Arsel memiliki produk unggulan berupan aplikasi Kepo (Kenali Pohon), Virtual Guide, Virtual Zoo serta alat pendeteksi kebakaran hutan melalui gelombang Radio FM. Model penerapatan teknologi digital yang dibuat adalah sistem interactive tool yang membangun interaksi antara alam dan manusia melalui teknologi." (angga)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar