Toyota Rush Terbakar di Gading Serpong, Berkah Bagi Pemulung Pardi: Alhamdulillah Kawat Bisa Dijual Lagi

Selasa, 11 Mei 2021 16:19 WIB

Share
Pardi (42), pemulung, memunguti kawat tembaga bekas Toyota Rush yang terbakar di Gading Serpong, Tangerang, Selasa (11/05/2021). (foto: Ridsha Vimanda)
Pardi (42), pemulung, memunguti kawat tembaga bekas Toyota Rush yang terbakar di Gading Serpong, Tangerang, Selasa (11/05/2021). (foto: Ridsha Vimanda)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Pasca kebakaran mobil Toyota Rush di Jalan Scientia Boulevard, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (11/5/2021), menjadi berkah bagi pemulung Pardi. 

Pasalnya, Pardi dan pemulung lain memunguti sisa kebakaran mobil itu yang masih bisa dijadikan uang, salah satunya seperti kawat tembaga.

Pemulung Pardi (42) saat itu sedang memunguti banyak kawat tembaga bekas kebakaran mobil Toyota Rush tersebut. 

Bapak tiga anak itu mengaku, kawat tembaga masih laku untuk dijual kembali. 

"Alhamdulillah, kawat tembaga mobil masih laku untuk dijual lagi. Saya lihat masih cukup bagus. Kemungkinan bisa dijual harga Rp50 ribu sampai Rp80 ribu," ujarnya ditemui Poskota di lokasi, Senin (11/05/2021).

Pardi menuturkan, kawat tembaga tersebut bisa digunakan kembali untuk dinamo peralatan rumah tangga seperti kipas angin. 

"Kawat tembaga banyak bisa dipakai untuk membetulkan dinamo kipas angin. Makanya dijual masih ada harganya meskipun barang bekas kebakar," ungkapnya.

Pantauan Poskota di lokasi, kawat tembaga tersebut masih berwarna keemasan. Warnanya pun tidak pudar meski sehabis terbakar. 

Pardi memakai kaos putih bercelana jeans pendek memegang alat capit sampah. Dengan alat itu ia mencari sisa kebakaran yang masih laku dijual. 

Padahal, terik matahari begitu menyengat ke kulit. Namun hal itu tidak menyurutkan Pardi mencari barang yang masih bernilai jual. 

Halaman
Editor: Winoto
Contributor: Kontributor Banten/ridsha Vimanda Nasution
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar