ADVERTISEMENT

Marak Aksi Tawuran Remaja, Kriminolog UI: Kalau Bocah Bawa Parang Gede Orang Tua Tak Tahu, Berarti Keluarga Bermasalah

Senin, 15 Maret 2021 23:14 WIB

Share
Marak Aksi Tawuran Remaja, Kriminolog UI: Kalau Bocah Bawa Parang Gede Orang Tua Tak Tahu, Berarti Keluarga Bermasalah

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TANGERANG - Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Prof Adrianus Meliala menilai para orang tua lalai dalam mendidik anaknya jika sang anak ikut tawuran. 

Menurutnya peran orangtua sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja berupa tawuran yang marak terjadi di beberapa wilayah. 

"Kalau bocah-bocah (pemuda) bisa keluar bawa parang segede itu tanpa orang tua tahu, artinya keluarga yang bermasalah," ujar Adrianus kepada poskota.co.id, Senin (15/3/2021) malam. 

Baca juga: Tersangka Aksi Tawuran Antar Dua Kelompok Remaja Melalui IG Ngaku Diejek Jika Tak Ikut Gabung

Adrianus mengatakan otoritas terkait seperti Pemerintah, TNI-Polri tengah fokus menangani sejumlah kasus yang lebih besar, sehingga dibutuhkan peran orang tua untuk membina anaknya. 

"Otoritas punya banyak sekali tugas, mulai dari mengurusi Covid-19 hingga terorisme. Soal tawuran diserahkan kepada pranata sosial seperti keluarga, jangan yang disalahkan otoritas," katanya. 

Adrianus mengatakan, kemungkinan penyebab terjadinya tawuran lantaran kejenuhan sejumlah pelajar yang mengikuti pembelajaran jarak (PJJ). 

Baca juga: Seorang Bapak dan Anak Disabet Celurit oleh Kawanan Gangster Hingga Mengalami Luka Sobek

Menurutnya motif tawuran yang marak terjadi lantaran adanya dorongan dari kelompoknya untuk melakukan tawuran. 

"Mungkin (tawuran akibat jenuh PJJ). Umumnya motif kelompok juga, (seperti) membela kebanggaan kelompok, solider kepada kelompok," tutupnya. 

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT