SERANG, POSKOTA.CO.ID - Kota Serang kini sudah masuk zona kuning penyebaran Covid-19, indikator tersebut dinilai dari jumlah kasus terkonfirmasi positif yang kurang dari lima rumah setiap harinya.
Meski sudah masuk zona kuning, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang belum akan memberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di Kota Serang.
Walikota Serang Syafruddin mengungkapkan, pembelajaran tatap muka di Kota Serang belum bisa dilakukan, mengingat hingga kini dirinya belum menerima intruksi dari Gubernur Banten tentang pemberlakuan sekolah tatap muka.
"Nanti saya nunggu intruksi dari pak Gubernur dulu, ga bisa melaksanakan begitu saja mentang-mentang sudah masuk zona kuning," katanya, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: Tangsel Akhirnya ke Zona Kuning, Wakil Walikota Benyamin Davnie Panjatkan Syukur
Syafruddin mengingatkan, peningkatan status zona kuning ini harus tetap dijaga supaya tidak terjadi lagi lonjakan kasus positif, yang mengakibatkan Kota Serang akan kembali menjadi zona orange.
Oleh karena itu, masyarakat juga harus tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes) dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Jangan sampai, karena sudah masuk zona kuning, masyarakat lalai dan mengabaikan Prokes.
"Kita harus bersama-sama bisa menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19, sehingga kedepan Kota Serang bisa menjadi zona hijau, sampai virus ini benar-benar hilang," ucapnya.
Baca juga: Rekor! Setahun Penanganan Covid-19, Lima Daerah di Banten Masuk Zona Kuning
Syafruddin mengaku dirinya juga ingin segera memberlakukan belajar tatap muka di Kota Serang, bila perlu sekarang juga.
Akan tetapi, semua itu harus melalui berbagai pertimbangan serta proses administrasi yang harus ditempuh yang melibatkan Pempov Banten.
"Anak saya aja sekarang besarnya di rumah, bukan di sekolah. Karena belajarnya di rumah, jadi makannya juga lebih banyak sehingga cepat gemuk," selorohnya. (Luthfi/tha)
