DEPOK, POSKOTA.CO.ID – Masa pandemi semua usaha terkena imbas kebangkrutan, namun berbeda dengan usaha sarang burung walet yang tetap diminati.
Hal tersebut diutarakan Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), Boedi Mranata.
Menurutnya saat ini justru terjadi peningkatan pemesanan sarang burung walet dari beberapa negara, salah satunya dari China.
Baca juga: Setahun Pandemi, Baduy Masih Steril Dari Paparan Virus Covid-19
"Bisa dikatakan masa pandemi ini sarang burung walet banyak dicari karena khasiatnya yang dapat meningkatan imun tubuh dan paling dicari di beberapa negara terutama China. Kenaikan pesanan mencapai 25 persen," ujarnya kepada wartawan usai acara Agri Talk "Bisa Ekspor Pertanian, Mudah ! Srategi Sarang Burung Walet Indonesia Menembus Pasar Indonesia, di Meruyung, Limo Kota Depok, Rabu (27/1/2021) siang.
Boedi menuturkan untuk kualitas burung walet seluruhnya ada 22 dan salah satunya di Indonesia, memiliki salah satu kualitas sarang burung walet terbaik di Dunia.
"Harga pasaran di Indonesia per satu kilo gram sarang burung walet paling murah diharga Rp2 - 5 juta, sedangkan paling mahal kualitas lebih baik nomor satu seharga Rp30 juta," katanya.
Baca juga: Polisi Baku Tembak dengan Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet, 1 Pelaku Tewas
Peredaran dan pemasaran sarang burung walet ada hampir di seluruh negara Asia, Amerika, Australia, dan tentu pangsa pasar paling banyak di China karena bagi warga diChina sarang burung walet mempunyai banyak manfaat terutama buat stamina badan dan menjaga awet muda.
"Untuk penghasil terbaik kualitas Sarang Burung Walet sendiri di Indonesia ada di daerah Kalimantan dan Sulawesi."
Terpisah Kepala Pusat Karantina dan Hewan Kementan RI, Agus Sunanto mengatakan usaha burung walet merupakan salah satu usaha yang mengiurkan di masa pandemi sekarang ini.
Baca juga: Bangunan Bekas Sarang Walet Roboh, Enam Pelajar Tewas Saat Main Gamelan
"Tercatat data untuk satu kabupaten sendiri di luar pulau jawa seperti Kalimantan ada sekitar 1.017 pelaku usaha," tambahnya.