Download E-Paper

Ibarat BAB di Depan Rumah Leher PIL Somplak Dibacok

Selasa, 08 September 2020 - 07:30

PUNYA PIL istri tetangga sendiri, ibaratnya orang BAB di depan rumah. Begitulah kelakuan Abas (33), warga Konawe  Selatan (Sultra). Saat ketanggungan kencan di belakang rumah, eh dipergoki oleh suami Linda. Meski sudah mengamankan senjata miliknya, tak urung masih kena bacok lehernya sampai somplak.

Jadi senior (senang istri orang), itu tinggi resikonya jika dari wacana diwujudkan dalam karya nyata. Sebab suami cap apapun pasti tak merelakan istrinya diobok-obok lelaki lain. Tapi tambah berbahaya lagi jika keseniorannya itu justru ditujukan pada bini tetangga sendiri. Ini sama saja buang air besar (BAB) di halaman rumah sendiri. Pasti akan ketahuan, dan sekeluarga dipermalukan tanpa ampun.

Abas warga Mowila, Konawe Selatan, diam-diam menjadi pengamat bini orang. Jika pengamat politik sering muncul di TV, pengamat bini orang justru tak mau dikenal publik. Jika sekedar pengamat masih aman, tapi Abas ternyata juga penikmat. Artinya, bini orang itu kemudian didekati dan dirayu-rayu sampai kemudian siap diajak berhubungan intim bak dengan suami sendiri.

Seperti itulah kelakuan Abas. Terakhir dia sedang mengamat-amati Atikah (28), yang kebetulan masih istri tetangga sendiri. Namanya juga tetangga pastilah lebih sering bertemu. Entah ketika dia belanja ke warung, entah dia sedang ada keperluan urusan PKK dengan istri Abas.

 Istri Johan (30), ini memang cantik, bodinya sekel nan cemekel, pantat tebel dan bulat. Saking gemesnya sekali waktu ketika situasinya demikian kondusif, Abas langsung main cemol saja. Eh, ternyata Atikah tidak marah meski kaget barang sedikit. Bagi Abas itu pertanda bahwa dia memberi peluang jika memang ingin “masuk Pak Eko”.

Karena sinyal itu demikian kuat sampai beberapa digit, Abas jadi semakin berani. Pas di rumah Johan sepi, dia menyelinap masuk ke rumah dan Atikah pun disergapnya. Lalu protokol kesehatan yang mustinya jaga jarak minimal 1,5 meter justru dinolkan tinggal nol sentimeter antara tubuh mereka, khususnya bagian perut.

 Sukses pertama sebagai lelaki subita (suka bini tetangga), menjadikan Abas ketagihan. Lain waktu kembali kencan, tapi ketahuan tetangga, sehingga disidang secara adat. Untung saja Johan masih memaafkan, dengan harapan  Abas tak lagi mengganggu istri yang cuma satu-satunya itu. Memangnya mau berapa?

Tapi Abas tak ada kapoknya. Kencan di rumah Atikah sangat riskan, keduanya sepakat main di belakang rumah saja. Dan itu benar-benar dilakukan. Di tengah kegelapan malam mereka berasyik masyuk sambil berdiri. Mereka jadi lupa kanan diri dan lingkungan sekitarnya.

 Tapi sial, kelakuan Abas ini ternyata sudah diintip oleh Johan. Diam-diam dia ambil parang untuk membacok Abas nan nggragas itu. Ternyata dia kesandung bambu, sehingga terdengar oleh yang tengah mesum. Abas kabur setelah berhasil mengamankan senjatanya. Tapi sempat dikejar dan lehernya ditebas. Dia mengaduh sehingga bikin kaget tetangga. 

Kondisi bahu-leher Abas somplak dan warga melariaknnya ke rumah sakit. Sementara Abas dirawat, Johan ditangkap. Meski membela istri, tapi karena main hakim sendiri  Johan pun terancam masuk penjara.

Kasihan, habis masuk kamar bini orang bakal masuk hotel prodeo. (Kumparan.Com/ Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->