Download E-Paper

Selama Pandemi Covid-19, Muncul 900 Proses Perceraian di Jaktim

Kamis, 03 September 2020 - 19:40
Pengadilan Agama Jakarta Timur, di Ciracas.

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terus melanda, diduga mempengaruhi keharmonisan rumah tangga, hingga perceraian. Di Jakarta Timur, angka perceraian terbilang cukup tinggi karena hingga Juni 2020 kemarin telah mencapai 900 laporan. 

Humas Pengadilan Agama Jakarta Timur, Istiana mengatakan, hingga hari ini masyarakat yang mengajukan permohonan perceraian terus mendatangi tempatnya.

"Maret, April, Mei kan Covid, kita tak ada aktivitas. Namun ketika Juni mulai dibuka terus banyak yang melapor dan mencapai 900," katanya,  Kamis (3/9).

Menurut Istiana, angka tersebut naik hampir 50 persen dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19. Karena sebelumnya Pengadilan Negeri Agama Jaktim hanya menerima 450 sampai 500 kasus.

"Ini naiknya cukup tinggi, mungkin karena pandemi Covid-19, kenaikan  mencapai 50 persen," ujarnya.

Dari seluruh laporan yang diterima, lanjut Istiana, rata-rata seluruh laporan itu berujung ke perceraian. Bahkan, hanya sedikit dari laporan itu yang berakhir di meja mediasi.

"Rata-rata alasan perceraian pasangan suami istri karena masalah ekonomi. Banyak istri yang mengeluhkan minimnya pendapat suami karena jadi korban PHK selama pandemi," terangnya.

Angka 900 perceraian itu sendiri, lanjut Istiana, hanya di bulan Juni saja yang angkanya meroket. Perlahan angka laporan perceraian mulai menurun ketika memasuki bulan Juli hingga Agustus. "Pelan-pelan mulai kembali ke angka normal. Namun tetap permasalahan utama karena ekonomi," pungkasnya. (Ifand/win)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->