Download E-Paper

Polisi Periksa IDI dan Kimia Farma Terkait Kasus Oknum Petugas Rapid Test Cabul di Soetta

Kamis, 24 September 2020 - 15:44
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. (ist)

JAKARTA - Kasus penipuan dan pelecehan seksual terhadap LHI (23) saat rapid test di Bandara Soekarno Hatta masih terus didalami penyidik Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap penanggung jawab rapid tes di terminal 3 bandara, yaitu pihak Kimia Farma dan juga pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, tujuan pemeriksaan ini untuk memastikan lagi apakah tersangka EFY sebagai Dokter atau petugas kesehatan.

"Penyidik mau memastikan lagi bahwa tersangka ini adalah dokter atau tenaga kesehatan karena ini masih simpang siur. Karena itu kami juga mau memeriksa IDI," kata Yusri, Kamis (24/9/2020).

Baca jugaPolisi Buru Dokter EFY, Tersangka Pemerasan dan Pelecehan di Bandara Soetta

Yusri menjelaskan, pihaknya masih mengejar tersangka EFY yang menghilang sejak kasus tersebut viral pada 18 September kemarin. Petugas tidak menemukan keberadaan EFY di rumahnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengamankan rekaman CCTV dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Dokter EFY terhadap korban LHI (23) saat rapid test di Bandara Soekarno Hatta. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, penyidik hingga kini masih mendalami rekaman CCTV yang sudah ditemukan dugaan pelecehan seksual.

"Penyidik masih dalami, ada beberapa pasal, rekaman di CCTV mudah-mudahan masuk unsur," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (24/9/2020).

Baca jugaPolisi Dalami Rekaman CCTV Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Dokter EFY Saat Rapid Test di Bandara Soetta

Yusri tidak menjelaskan persis isi dalam rekaman CCTV tersebut, namun menurutnya terlihat korban LHI duduk berdekatan dengan EFY. "Korban dan tersangka dengan pakaian yang sama saat itu sedang duduk berdua dalam kondisi dekat. Kami masih mendalami terus keterangan saksi yang ada," tukasnya.

Dikatakan, jika nantinya terbukti melakukan pelecehan seksual penyidik akan menerapkan Pasal 294 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Selain itu tersangka juga dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (ilham/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->