Download E-Paper

Waras, gila, waras, gila?

Kamis, 17 September 2020 - 06:30

SENYUM boleh disebut sedekah. Apalagi kalau senyum itu dari orang yang tersayang. Istri, suami, anak, saudara kerabat, tetangga, atau pacar, barangkali?

Senyum memang cukup dahsyat bagi orang yang kebetuan sangat membutuhkan. Lagi suntuk, lagi kesal, lagi galau, ketika mendapat senyuman dari orang tersayang hati jadi adem,tentram.

Tapi, senyum itu tentu saja kalau datangnya dari orang yang benar, waras. Nah, kalau dari yang nggak waras, nggak usah dihiraukan.

Karena, balasan atau respon senyum anda nggak ada artinya. Maklum orang nggak waras, stres alias gila, kan nggak bisa komunikasi dengan baik. Senyuman dari orang yang nggak waras,ya sekadar senyum.

Jadi bagai orang gila nggak bisa memilih, siapa saja dimana saja, dia kasih senyum, karena dia juga nggak butuh balasan. Ngapain, namanya juga nggak waras, nggak mungkin nyambunglah. Iya apa iya?

Tapi, seseorang yang dikakan nggak waras terus bisa melukai orang lain bagaimana? Ya, bisa saja. Coba, kalau  ada orang gila di jalan, terus diolok-olok dia pasti akan membalas.  

“ Orang gila, orang gila, orang gila!” demikian anak-anak suka menggoda. Karuan saja akan membuat marah, si orang gila dan akan melempar benda apa saja yang dia temui di jalanan. Jadi apa yang dilakukan karena ada sebab musabab.

Apakah mereka punya rasa marah begitu, ketika dikatai, diledek? Nggak tahu deh, tapi yang jelas si gila membalas!

Tapi  boleh tanya dong?  Apakah ada orang gila,bisa memilih orang yang bakalan dia celakai. Misalnya dia dendam pada orang tersebut? Kapan pikiran warasnya bisa menyatakan bahwa itu adalah orang yang harus jadi sasarannya,ditusuk, misalnya. Apalagi si korban berada dalam kerumunan orang banyak?

Ah,tanya sajalah pada ahli jiwa? -massoes

Waras, gila, waras, gila?

SE NYUM boleh disebut sedekah. Apalagi kalau senyum itu dari orang yang tersayang. Istri, suami, anak, saudara kerabat, tetangga, atau pacar, barangkali?

Senyum memang cukup dahsyat bagi orang yang kebetuan sangat membutuhkan. Lagi suntuk, lagi kesal, lagi galau, ketika mendapat senyuman dari orang tersayang hati jadi adem,tentram.

Tapi, senyum itu tentu saja kalau datangnya dari orang yang benar, waras. Nah, kalau dari yang nggak waras, nggak usah dihiraukan.

Karena, balasan atau respon senyum anda nggak ada artinya. Maklum orang nggak waras, stres alias gila, kan nggak bisa komunikasi dengan baik. Senyuman dari orang yang nggak waras,ya sekadar senyum.

Jadi bagai orang gila nggak bisa memilih, siapa saja dimana saja, dia kasih senyum, karena dia juga nggak butuh balasan. Ngapain, namanya juga nggak waras, nggak mungkin nyambunglah. Iya apa iya?

Tapi, seseorang yang dikakan nggak waras terus bisa melukai orang lain bagaimana? Ya, bisa saja. Coba, kalau  ada orang gila di jalan, terus diolok-olok dia pasti akan membalas.  

“ Orang gila, orang gila, orang gila!” demikian anak-anak suka menggoda. Karuan saja akan membuat marah, si orang gila dan akan melempar benda apa saja yang dia temui di jalanan. Jadi apa yang dilakukan karena ada sebab musabab.

Apakah mereka punya rasa marah begitu, ketika dikatai, diledek? Nggak tahu deh, tapi yang jelas si gila membalas!

Tapi  boleh tanya dong?  Apakah ada orang gila,bisa memilih orang yang bakalan dia celakai. Misalnya dia dendam pada orang tersebut? Kapan pikiran warasnya bisa menyatakan bahwa itu adalah orang yang harus jadi sasarannya,ditusuk, misalnya. Apalagi si korban berada dalam kerumunan orang banyak?

Ah,tanya sajalah pada ahli jiwa? -massoes

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->