Download E-Paper

Jakarta PSBB Ketat, Bekasi Peroleh Manfaat

Selasa, 15 September 2020 - 06:30

JALAN utama di Jakarta terlihat lengang pada hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Sebut saja Jalan Sudirman-  Thamrin, Gatot Subroto dan sejumlah  kawasan lain, terpantau ramai lancar.

Tak ada antrean arus lalu lintas, tak sampai "pamer paha" - padat merayap tanpa harapan, apalagi sampai " pamer dada" - padat merayap tersendat-sendat.
Situasi Jakarta tergolong lancar, Senin (14/9/2020) kemarin.

Tapi ingat! Kelancaran ini bukan berarti kelancaran kegiatan ekonomi dan aktivitas bisnis. Boleh jadi, kegiatan ekonomi menurun sebagai dampak pengetatan pergerakan masyarakat di ibu kota. Menyusul dibatasinya aktivitas perkantoran pemerintah dan swasta.

Kita sepakat, itu sisi lain dari penerapan PSBB total yang masih diwarnai kontroversi. Tetapi, kita pun paham betul, ada hal lain, tujuan besar yang hendak dicapai, yakni menekan angka penularan virus Corona.

Dua kepentingan yang hendaknya disinkronkan, dipersandingkan dan diserasikan, bukan diposisikan untuk saling berlawanan. Kita tentu berharap PSBB total tidak berlama - lama diterapkan. Kita meyakini setiap kebijakan, apalagi yang menyangkut banyak pihak, menimbulkan beragam dampak,  akan terus dikaji dan dievaluasi.

Acuannya tentu kepentingan rakyat, bukan kelompok, bukan komunitas tertentu, apalagi kepentingan politik. Membatasi pergerakan orang, satu dari sekian manfaat yang didapat dari PSBB sebagaimana tujuannya. Masih banyak hal positif lain yang tentunya perlu dijelaskan kepada publik sebagai bagian dari bentuk evaluasi kebijakan.
Yang pasti, daerah sekitar sudah merasakan manfaatnya.

Kota Bekasi menerima imbas positif dari PSBB Jakarta. Pergerakan warga Bekasi ke Jakarta berkurang yang berarti interaksi sosial menjadi berkurang.
Sementara kita tahu, minimnya interaksi, makin menutup peluang penyebaran virus Corona. Jadi PSBB ketat di Jakarta menguntungkan Bekasi  seperti dikatakan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, kemarin.

Apalagi ditengarai, mayoritas kasus positif di Kota Bekasi didapat dari "imported case" dari wilayah-wilayah tetangga. Wilayah tetangga yang mana?  Semoga dari tetangga yang sangat jauh..(jkl)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->