Download E-Paper

Jika Tukang Pijit Lemah Iman Tapi Kuat 'Si Imin'

Minggu, 13 September 2020 - 07:30

SAKIT perut dipijit memang bisa berkurang sakitnya. Tapi jika ketemu tukang pijit keliling model Wakijo (40), dampaknya malah ke mana-mana. Pasien Ny. Sundari (20), warga Surabaya, habis dipijit perutnya malah bikin iman Wakijo kalah sama “si imin”. Walhasil Sundari lalu diperkosa. Tentu saja suami lapor polisi.

Anak kecil ketika mules sering “diobati” dengan pijitan di perutnya. Karena anak kecil, biarpun perempuan dan posisi telanjang, tak berdampak apa-apa bagi si pemijit. Tapi jika bocah yang dipijat perutnya lahir 20 tahun lalu, urusannya bisa melenceng ke mana-mana. Katanya dipijit itu enak, justru yang “enak” si pemijat itu sendiri.

Wakijo sejak 9 tahun lalu menekuni profesi sebagai tukang pijat keliling. Hanya modal anduk kecil, minyak gosok cap tawon atau rheumason, dia keluar masuk gang mencari pasien. Ada saja konsumennya. Ada yang sekadar capek, ada pula yang sekadar keselio dan salat urat. Wakijo baru menyerah jika ketemu pasien keseleo…….lidah macam Ahok BTP pada tahun 2017 dulu.

Alhamdulillah, di musim Covid-19 ini profesi Wakijo tak terdampak. Pasien setiap harinya ada saja. Soalnya bila orang pijit harus pakai protokol kesehatan, jaga jarak sampai 1,5 meter, bagaimana penerapannya? Memangnya bisa disiasati, orang pijat pakai galah, cuma disodok-sodok perut pasien dari jauh?

Beberapa hari lalu Wakijo puter kayun hingga daerah Sukolilo, sampai kemudian dipanggil Cak Rahmad (30). Katanya, sang istri, Sundari menderita sakit perut tak kunjung sembuh. Takut bawa ke dokter malah disuruh karantina, memilih panggil tukang pijit Wakijo yang kebetulan lewat depan rumah. Maklumlah sekarang ini sakit apapun dianggap corona!

Mulailah Wakijo menggarap Sundari dalam kamar, sementara Cak Rahmad menunggui di luar. Dia percaya betul akan kepiawian tukang pijit satu ini, karena memang sudah banyak pelanggannya di daerah Sukolilo. Uang Rp50.000,- juga sudah disiapkan sebagai ganti pembeli minyak gosok.

Jika yang di luar kamar tenang-tenang saja, tukang pijat Wakijo justru belingsatan menghadapi pasien Sundari. Sebagai duda yang sudah tahunan “puasa”, melihat Ny. Sundari yang muda nan cantik itu menjadikan dia gagal fokus. Bagaimana nggak nervous dia, begitu perut dibuka wih……. putihnya, macam marmer Italia.

Kelanjutannya, yang terjadi justru pergulatan batin Wakijo, kuat mana antara iman dan “si imin”. Jika kuat si iman, artinya dia akan segera dapat benggol. Tapi jika lebih kuat dia punya “si imin”, mau tak mau harus mengedepankan keperluan dia punya bonggol. Dan ternyata, dibantu setan selaku buzzer dan influencer, Wakijo memilih memperkosa Sundari untuk pemenuhan syahwati.

Cak Rahmad yang tadinya di luar tenang-tenang saja seperti aliran sungai Porong, jadi kaget ketika mendengar gedubrakan dalam kamar sementara istrinya mengaduh. Aduhannya juga lain, bukan aduh duh duh aduuuuh….., tapi setengah terpekik: aduh!

Saking kagetnya, Cak Rahmad langsung mendobrak kamar. Ternyata benar kecurigaanya, karena di dalam kamar itu Wakijo bukan lagi sedang memijit Sundari, melainkan tengah memperkosanya. Langsung saja Wakijo diseret paksa turun dari ranjang, sehingga kegaduhan itu terdengar oleh tetangga.

Mereka berdatangan ingin mengetahui gerangan apa yang terjadi. Beruntung Rahmad dan tetangga tidak mudah emosi, Wakijo hanya dilaporkan ke Pak RT dan diteruskan ke Polsek Sukolilo. Dalam pemeriksaan Wakijo mengaku khilaf melihat bodi mulus Sundari, sehingga jadi mata gelap.

Jangan bohong di depan polisi, yang mulus perutnya apa bodinya? (bj/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->