Download E-Paper

WIL Enggan Diajak Kawin Malah Dibunuh Sekalian

Kamis, 10 September 2020 - 07:30

DALAM demokrasi cinta, wanita boleh saja menolak hasrat seorang lelaki. Tapi Domingus (58), mau menang sendiri. Ketika janda Susi (37) menolak diajak kawin resmi gara-gara punya tokoh alternatif, Domingus jadi emosi. Habis ribut langsung saja Susi ditusuk berkali-kali hingga wasalam.

Bagi seorang lelaki, istri suka dianggap termos belaka. Dia harus siap diminum ketika suami kehausan kapan saja. Maka banyak kejadian, ketika termos utama pergi jauh dan lama, kaum lelaki mencari termos pengganti. Tak tahan panas nggak papa, yang penting tutupnya pakai gabus, sehingga ketika dibuka panasnya masih jossss…….

Domingus warga Ulatimo Kupang Timur NTT, sebetulnya masih punya istri. Tapi karena dianya kerja di Kalimantan, status Domingus jadi nggak jelas. Dibilang punya istri, di mana orangnya? Disebut duda, nyatanya dia tak punya surat cerai atau surat kematian istrinya. Dan faktanya sudah bertahun-tahun tak memperoleh layanan hakiki
dari seorang isri.

Tak tahan berpuasa laki-laki, diam-diam Domingus punya dua WIL sekaligus. Satu di Soe Timor Tengah, dan satunya lagi di Kupang, ya si Susi ini. Jika di Soe dia bisa kencani WIL yang di sana, bila sedang di Kupang dia juga bisa kelonan bersama Susi kapan saja suka. Dan karena domisili Domingus di Kupang, dengan sendirinya dia lebih
sering bersama Susi.

Celakanya, lama-lama Susi tak suka lagi pada Domingus. Karenanya setiap diajak nikah resmi, dia selalu menolak. Soal pertahanan ekonomi Domingus sangat rapuh. Baru kwartal pertama sudah minus 10 persen. Karenanya dia dikencani Domingus hanya secara perjuangan belaka, artinya habis kencan hanya diberi ucapan terima kasih belaka.

Susi berharap, Domingus segera meninggalkannya, agar bebas mencari tokoh altenatif. Agaar lelaki tua ini membenci dirinya, sengaja dia kirim WA ke Domingus dengan isi gambar Susi sedang kencan dengan lelaki lain. Maksud Susi, melihat gambar tersebut Domingus langsung pergi. Yang terjadi justru semakin ngglibet.

Domingus tetap tidak mau melepaskan Susi. Tapi melihat WIL-nya kencan dengan lelaki lain, lama-lama panas juga. Bagaimana mungkin kekasihnya kok poliandri dengan cowok lain. Maka sambil membawa pisau Domingus mencari Susi untuk klarifikasi. “Kamu bukan oknum PNS kok berani poliandri?” tegur Domingus.

Tapi jawaban Susi di luar dugaan. “Kalau saya punya PIL, memangnya kenapa?” Bahkan dalam pembicaraan telpon cowok Susi justru memperingatkan, mulai hari ini jangan lagi berhubungan dengan Susi. Baik itu sekadar hubungan telpon, apa lagi hubungan intim.

Eh rupanya hal ini dianggap meledek dirinya. Maka dicarinyalah Susi sampai ketemu. Karena sudah sama-sama jengkel, begitu ketemu tak lagi begituan, tapi malah meluapkan emosi. Sampai akhirnya, karena Domingus kalah ngomong, tiba-tiba mencabut pisau. Susi yang mencoba lari dikejarnya dan ditusuk membabi buta, tentu saja
Susi wasalam di tempat.

Payah Domingus, nafsu besar tenaga kurang, jadi emosian. (tribun/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->