Download E-Paper

Fraksi PKS Ingatkan Anies Pilih Sekwan Definitif Hasil Lelang

Selasa, 01 September 2020 - 10:55
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Nasrullah. (ist)

JAKARTA - Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Nasrullah meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk segera mengisi jabatan Sekretaris DPRD DKI Jakarta definitif (pejabat tetap). Pasalnya, penugasan pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Hadameon Aritonang saat ini telah usai per 1 September 2020.

"Menurut saya, Kita harus taat mengikuti aturan yang ada. Jika aturan PP NO 11 tahun 2017 dan UU N0 5 / 2014 tentang batas usia jabatan eselon II A maksimal berusia 56 tahun dan harus lelang jabatan, ya kita harus mematuhinya," ujar Nasrullah, di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Dia berharap, tim seleksi jabatan harus menyiapkan sosok pejabat eselon II secara matang. Terlebih, posisi Sekretaris DPRD DKI Jakarta sangat strategis dalam menjembatani komunikasi antara eksekutif dan legislatif.

"Bagi kami idealnya pak Sekwan itu harus mempunyai kapasitas terhadap pekerjaannya. Pak Sekwan harus mempunyai loyalitas terhadap keberadaan dewan dan kepada Gubernur sebagai pimpinan ASN. Juga harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan Dewan dan bisa menjembatani kominikasi yang Eksekutif, dalam hal ini kepada Gubernur," katanya.

Dengan penempatan figur sekwan definitif yang komunikatif, aspiratif dan efektif, dia meyakini akan terbangun pemerintahan yang baik dan berkembang. Sehingga, visi misi gubernur akan tercapai dengan baik dan berjalan harmonis dengan wakil rakyatnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Chaidir menegaskan, Hadameon Aritonang tidak akan bisa menjadi pejabat definitif Sekretaris DPRD DKI Jakarta karena terbentur regulasi. Pria yang akrab disapa Dame itu akan tetap menjadi Plt Sekretaris DPRD DKI sampai pensiun pada usia 58 tahun.

Chaidir menjelaskan, hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Kedua regulasi itu menyebutkan, usia pendaftar untuk jabatan eselon II-A tersebut maksimal 56 tahun dan harus mengikuti lelang jabatan.

“Untuk jabatan itu yang bersangkutan sudah lewat usianya, sekarang kan dia 57 tahun 6 bulan, dan juga bagi pejabat eselon III harus ikuti seleksi terbuka. Untuk yang bersangkutan saat ini definitifnya Kabag di DPRD (Kepala Bagian Umum),” kata Chaidir di Balai Kota DKI pada Senin (31/8/2020).

Chaidir mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan kembali mengeluarkan surat keputusan (SK) perpanjangan jabatan Dame sebagai Plt Sekretaris DPRD DKI. Sebab masa jabatan Dame akan berakhir pada Selasa (1/9/2020) ini.

“Jadi nggak apa-apa Plt sampai BUP (batas usia pensiun), jadi bisa dua kali lagi diperpanjang,” ujar Chaidir.

Selain itu, kata dia, perpanjangan Dame menjadi Plt Sekretaris DPRD atas permintaan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyetujui permintaan tersebut.

“Kalau Ketua DPRD DKI pertimbangan cocok yah, gubernur setujui. Artinya Sekwan dan Wali Kota (dipilih) harus berdasarkan pertimbangan dan kecocokan dewan,” kata Chaidir. (yono/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->