Download E-Paper

Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa ke Belanda Ikuti Pembekalan Secara Virtual

Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:00
Ratusan Mahasiswa Indonesia yang mengikuti kegiatan pre-departure briefing sebelum melanjutkan studi ke Belanda

JAKARTA – Sebanyak 264 mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Belanda mengikuti kegiatan pembekalan ‘Study in Holland Virtual Pre-departure Briefing 2020’ yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia. Kegiatan ini penting karena untuk memberikan bekal informasi yang cukup mengenai Belanda kepada semua mahasiswa Indonesia.

Duta besar kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Lambert Grijns dalam pidato pembukanya menyampaikan dua hal penting yang harus dipahami mahasiswa Indonesia sebelum bertolak ke Belanda. Pertama adalah untuk mempelajari negara Belanda. Belanda merupakan negara yang mempunyai lingkungan yang sangat intenational dan terbuka sehingga memberikan kenyamanan kepada siapa saja yang berkunjung.

“Di samping itu, isu – isu penting yang terjadi di Belanda dapat menjadi topik perbincangan yang menarik dan layak untuk diikuti,” kata Lambert.

Kedua adalah untuk selalu tetap berhubungan ketika sudah selesai masa studi dan kembali ke Indonesia. Para mahasiswa Indonesia adalah duta bangsa di mata international, Lambert mengajak para mahasiswa Indonesia untuk tetap berkiprah baik di kancah  Indonesia maupun Belanda.

Sementara itu, Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijil mengatakan rangkaian acara Study in Holland Virtual Pre-departure Briefing digelar selama 6 hari berturut-turut, 1 – 6 Agustus 2020. Tidak seperti dengan penyelenggaraan di tahun – tahun sebelumnya, acara pre-departure breifing kali ini diadakan secara online menggunakan platform Clickmeeting dan Zoom Cloud Meeting.

“Study in Holland Pre-departure Briefing bertujuan untuk memberikan bekal informasi seputar hidup dan belajar di Belanda yang ditujukan kepada mahasiswa Indonesia yang sudah siap berangkat untuk melanjutkan studi di Belanda,” kata Peter.

Peter menghimbau kepada seluruh peserta untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang sedang diberlakukan oleh pemerintah Belanda. Salah satu contoh yang disebutkan adalah untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ketika sampai di Belanda dan selalu berkomunikasi dengan international office universitas apabila ada suatu kendala selama karantina mandiri berlangsung.

Di hari pertama online event ini para peserta diberi bekal pengetahuan dasar berbahasa Belanda yang dipersembahkan oleh tim pengajar Erasmus Training Centre (ETC). Hal ini bertujuan agar para peserta dapat memahami kemampuan dasar berbahasa Belanda setibanya di negara tulip tersebut.

Acara ini didukung juga oleh para alumni Belanda dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda). Rekan-rekan PPI Belanda terhubung langsung secara online dari Belanda untuk siap melakukan sesi interaktif di hari ke-3 sampai dengan hari ke-5. Dalam sesi interaktif ini peserta diberikan bekal informasi praktis mengenai hidup di Belanda.

Saat ini Belanda sudah membuka perbatasannya untuk mahasiswa internasional dari seluruh negara yang hendak melakukan studi di Belanda. Namun demikian, faktor kesehatan tetap menjadi prioritas utama dari Pemerintah Kerajaan Belanda dalam memperlambat penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu berbagai protokol kesehatan tetap diterapkan bagi seluruh pendatang, termasuk mahasiswa, yang akan tiba di Belanda.(*/fs)


 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->