Download E-Paper

Patuhi Protokol Kesehatan, Penularan Covid-19 Masih Terus Terjadi

Minggu, 02 Agustus 2020 - 19:22
Sejarawan Pandemi Universitas Indonesia Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam, MSi. (ist)

JAKARTA - Penularan Covid - 19 masih terus terjadi di tengah masyarakat, karena terus diingatkan agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan menghindari kerumunan.

Data perkembangan kasus Covid-19 per hari Minggu (2/8) untuk kasus baru (positif) bertambah sebanyak 1.519 orang sehingga total menjadi 111.455 orang.

Sementara itu, pasien yang meninggal bertambah 43 orang sehingga jumlahnya menjadi 5.236 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembu pada Minggu (2/8) juga ada penambahan sebanyak 1.056 orang sehingga total mencapai 68.975 orang.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga mencatat data Warga Negara Indonesia (WNI) yang terpapar Covid - 19 di luar negeri. Data tersebut diperoleh dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kemenlu RI.

Berdasarkan update harian per Minggu (2/8/2020), infografis menunjukkan total 1.253 WNI terkonfirmasi positif Covid-19 yang tersebar di 49 negara atau wilayah.

Ada tambahan kasus baru WNI positif Covid-19 di Arab Saudi. Korban meninggal dunia WNI juga bertambah di negara tersebut menjadi tiga orang.

Sejarawan Universitas Indonesia Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam, MSi mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 yang sedang melanda Indonesia dan sebagian besar negara di dunia tak jauh berbeda dengan Flu Spanyol pada 1918 silam.

Pemerintah Hindia Belanda atau Indonesia pada saat itu juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan, meliputi memakai masker, tinggal di rumah dan menjaga kebersihan, layaknya apa yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penanganan pandemi COVID-19 saat ini.

Dalam menyampaikan himbauan itu, Pemerintah Hindia Belanda melakukannya melalui berbagai upaya seperti melalui kampanye mobil kesehatan. Menurut Tri, hal tersebut lebih efektif dilakukan mengingat masih banyak keterbatasan pada saat itu.

“Secara rutin itu, berkeliling kota dan dia seolah-olah mengingatkan, bahwa, apa ini adalah penyakit yang sifatnya mematikan, jadi lebih baik kalau tidak perlu tinggal di rumah, tetap memakai masker, karena itu, dan juga terjagalah kebersihan. Itu yang disampaikan terus dan terus dan terus,” jelas Tri di Media Center Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Jakarta, Sabtu (1/8).

Selain melalui kampanye tersebut, Pemerintah Hindia Belanda juga menerbitkan buku literasi berjudul “Lelara Influenza” (Penyakit Influenza), yang kemudian dialihbahasakan ke dalam cerita pewayangan oleh campur tangan dalang.(johara/fs)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->