Download E-Paper

Din Syamsudin, Rocky Gerung, dan Said Didu Koalisi Selamatkan Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2020 - 19:08
Para tokoh mendeklarasikan ya Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia. (rizal)

JAKARTA - Puluhan tokoh nasional deklarasi berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

"Mudah-mudahan kehadiran kita disini, satu hati, satu frekuensi dalam rangka keprihatinan nasional. Sekarang ini saatnya kita benar-bener ingin menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan," kata Habib  Muchsin Al-Atas dalam pemaparannya, Jl. Fatmawati, jakarta Selatan, Minggu (2/8/2020).

Dalam kesempatan itu, pakar ekonomi Anthony Budiawan mengatakan, Indonesia akan menjadi negara gagal. Dengan sistem ekonomi dan politik seperti ini karena banyak rakyatnya yang miskin.

"Jumlah orang miskin Indonesia sudah mencapai 150 juta orang rakyat miskin berdasarkan data Word Bank. Menurut Word Bank, Indonesia masuk dalam pendapatan menengah ke atas dengan 4000 Dollar AS perkapita ," Katanya.

Budiawan mengatakan, maka terjadi kesenjangan sosial ini adalah salah satu yang terburuk di dunia, Ini akan diperparah dengan sistem ekonomi politik yang sekarang berjalan.

"Dimana partai politik sudah menjadi aktor melakukan kartel politik. Diamana mereka berkolaborasi di Pilkada maupun dimana sehingga tidak ada lagi kompetisi di dalam Pilkada tersebut. Nah mereka membangi-bagi kekusaan. Dan kita punya sistim ekonomi politik sudah dikuasi corporte yang menguasai eksekutif dan legislatif," katanya.

Dalam kesempatan itu,  Panitia  Ahmad Yani mengatakan, hampir seluruh tokoh nasional yang akan mendeklarasikan KAMI telah hadir di lokasi acara. “Alhamdulillah sudah hampir semua hadir. Hanya ada beberapa yang berhalangan sehingga tidak bisa hadir hari ini," ujar Ahmad Yani.

Tokoh yang berhalangan datang yakni, Rachmawati Soekarnoputri, Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli. Sementara yang hadir adalah Din Syamsuddin, Refly Harun, MS. Kaban, Ichsanuddin Noorsy, Adhie M. Massardi, Abdullah Hehamahua, Jumhur Hidayat Syahganda Nainggolan, Rocky Gerung, dan Edwin Seokawati. Kemudian, Rochmat Wahab, Said Didu, Muhammad Sidik, Muchsin Al-Atas, M. Hatta Taliwang, Murah Sumirat, Edy Mulyadi, dan tokoh lainnya. (rizal/ruh)

 

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->