Download E-Paper

Kisah Pilu Driver Ojol Mengiringi 75 Tahun Indonesia Merdeka

Senin, 17 Agustus 2020 - 16:28
Kisah Pilu Driver Ojol Mengiringi 75 Tahun Indonesia Merdeka. (thalita)

TANGERANG - Peringatan 75 Tahun Indonesia merdeka hari ini, Senin (17/8), nyatanya menyimpan kisah pilu yang dirasakan oleh pengemudi ojek online (Ojol), Sugeng.

Pengemudi yang sebelumnya bekerja sebagai buruh serabutan ini mengaku, bahwa menjalani pekerjaan sebagai driver kini tak begitu menyenangkan seperti halnya 3 tahun lalu.

"Sekarang mah gak kayak dulu sebelum banyak driver ojol dimana-mana, enak. Temen saya malah dulunya kerja di salah satu bank di Jakarta sampai rela keluar demi jadi ojol. Tapi sekarang, apa-apa susah karena pandemi ini," ujar Sugeng (38), Minggu (16/8).

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa perusahaan tempatnya bekerja tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Namun tetap saja ada perbedaan yang signifikan terutama dari segi pendapatan karena sulitnya mendapat pelanggan.

"Kan sekarang harus bawa helm sendiri, jadi susah dapet orderan. Soalnya orang mungkin males ya bawa sendiri. Kadang kalau customer minta cancel karena suatu hal, ya kitanya takut buat cancel karena gak mau kena banned sama kantor yang berakibat seharian itu gak bisa dapet orderan," tutur Sugeng.

Pada momentum 75 tahun Indonesia merdeka saat ini, ia hanya berharap pemerintah menepati janjinya untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp.600 ribu kepada karyawan yang bergaji di bawah 5juta, selama 4 bulan terhitung September 2020.

"Ya ini kan udah merdeka puluhan tahun ya, harusnya bantuannya langsung sampai ke tangan yang membutuhkan. Karena yang udah-udah kan gak begitu," pungkas Sugeng.
(talitha/tha)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->