Download E-Paper

Setelah 24 Jam, Akhirnya Jasad Bocah Tenggelam di Kali BKB Ditemukan

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 18:53
Proses evakuasi bocah tenggelam di Kali BKB, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (1/8/2020)

JAKARTA - Setelah lebih dari 24 jam melakukan pencarian, akhirnya jasad bocah berusia 7 tahun yang tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Barat, berhasil ditemukan pada Sabtu sore (1/8/2020).

Kasie Operasional Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Eko Sumarno mengatakan, bocah laki-laki itu ditemukan tak jauh dari lokasi korban terjatuh dan tenggelam.

Adapun pencarian dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Pada upaya pencarian itu, pihaknya bersama dengan tim gabungan Basarnas serta petugas gabungan lainnya, membuat pusaran air buatan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Tujuannya, untuk membuat lumpur di kali BKB terangkat sehingga jasad remaja tersebut dapat naik ke permukaan air. 

"Alhamdulillah, akhirnya korban berhasil ditemukan," ujar Eko saat dikonfirmasi di Jakarta.

Begitu berhasil ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.  "Sudah diserahkan kepada pihak keluarga ya," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, seorang bocah berinisial BMR (7) tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat (BKB) lantaran terpeleset saat tengah bermain di pinggir kali. Akibatnya, bocah malang itu tenggelam di kali BKB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman mengatakan, pencarian terkait tenggelamnya bocak laki-laki itu kembali dilakukan oleh Tim SAR gabungan sejak pukul 07.00 WIB tadi. 

Dalam pencarian tersebut, tak hanya Tim SAR gabungan saja yang dikerahkan, namun juga personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Palmerah, Koramil Palmerah, Damkar Jakarta Barat, Tagana DKI Jakarta, Kelurahan Kota Bambu Utara, Karang Taruna Kecamatan Palmerah, dan unsur lainnya.

"Pencarian terhadap korban tenggelam akan kita upayakan dengan maksimal hari ini dengan melibatkan unsur dan peralatan yang ada di lapangan, kita berharap korban bisa segera ditemukan," ujar Hendra saat dikonfirmasi terpisah.

Dijelaskan, pada pencarian hari ini, timnya membagi area menjadi tiga SRU. SRU pertama, yakni melakukan penyisiran menggunakan oerahu karet dari lokasi kejadian hingga sejauh 3 Kilometer.

SRU Kedua, yakni melakukan pencarian secara visual sepanjang pinggir sungai, dari lokasi kejadian hingga sejauh 1 Kilometer.

SRU ketiga melakukan Penyelaman jika memungkinkan dengan radius 10 Meter di sekitar lokasi kejadian. Namun karena kondisi kali yang kotor dan air yang begitu hitam, sehingga tak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman. Beruntung, pasca 24 jam pencarian dilakukan, jasad korban muncul di permukaan air dan dapat dievakuasi. (firda/win)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->