Download E-Paper

Adik Ipar Kalah Main Remi Malah Diperkosa di Kamar

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 07:30

KISAH kakak ipar nginceng adik ipar, sudah kelewat klasik. Paling baru adalah Rosid, 23, warga Indralaya (Sumsel). Adik iparnya, Heni, 16, pura-puranya diajak main remi. Begitu kalah, digelandang kamar katanya untuk bayar taruhan slentik telinga, tapi ternyata malah diperkosa. Keruan saja istrinya lapor polisi.

Adik kandung yang cantik, sering menjadi ancaman bagi kakak kandung itu sendiri. Terutama jika ketemu suami celamitan, yang tak puas akan pelayanan istri, kemudian pengin pula menjajal adik daripada istrinya. Ini sebetulnya cerita lama. Tapi setelah ada internet dengan Mbah Googlenya, ternyata di seluruh kawasan nusantara banyak juga lelaki celamitan semacam itu.

“Kader” baru muncul dari Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (Sumsel), namanya Rosid. Baru setahun menikah dengan Heti, 21, tapi bakat alamnya langsung kelihatan. Diam-diam Rosid mengincar adik iparnya yang bernama Heni. Biasa, lelaki asal melihat perempuan cantik suka berubah ukuran celananya.

Karena rumahnya berdekatan dengan mertua, wajar saja Heni suka main ke rumah RosidHeti. Heni ini sering pula bantu bersih-bersih rumah, cuci piring dan lain-lain. Karena otak Rosid sudah kadung ngeres, seringnya Heni main ke rumah menjadikan otaknya semakin kotor. “Ayo Bleh, kapan lagi, sikat saja Bleh!” kata setan membujuki selalu, tak lupa dia pakai masker protokol kesehatan.

Sebetulnya Rosid juga ingin mulai dengan debutnya, tapi timingnya belum tepat. Dan peluang emas itu muncul beberapa hari lalu, ketika Heni bantu nyapu rumah istrinya juga sedang ke pasar. Maka Rosid pun bilang, “Selesai nyapu kita main remi yuk…..”

Benar saja, selesai menyapu keduanya mulai main remi. Sebagai taruhan bukan uang tapi siapa yang kalah harus mau dijentik atau dislentik telingannya. Heni pun menyepakati perjanjian tersebut. Keduanya mulai bermain remi, membolak-balik dan mengocok kartu-kartu yang berjumlah 52 lembar itu.

Pertandingan baru jalan 20 menitan Heni dinyatakan kalah. Maka Heni pasang telinga siap untuk dijentik atau dislentik oleh kakak iparnya. Tapi ternyata Rosid minta “eksekusi” itu dalam kamar saja. Tanpa curiga Heni menuruti. Tapi begitu masuk kamar dan ditutup pintunya, Heni malah dibanting ke ranjang dan langsung digumuli. Heni berontak, tapi malah diacam. “Kalau menolak, tak bunuh kamu!” ancam Rosid menirukan Kadir Srimulat.

Kalau Kadir Srimulat kan sekedar luculucuan, tapi ancaman Rosid benar-benar serius. Maka dengan terpaksa Heni membiarkan kehormatannya dijarah kakak iparnya itu. Tapi baru saja selesai melepas hajat, pintu depan terdengar dibuka orang. Pasti itu Heti yang pulang dari pasar. Maka Rosid pun kabur lewat pintu belakang.

Heti melihat adik di kamarnya dalam kondisi nyaris telanjang, menayakan apa yang terjadi. Heni terus terang saja bahwa barusan diperkosa oleh Rosid. Tentu saja Heti naik pitam sehingga langsung lapor ke Polsek Indralaya. Beberapa jam kemudian Rosid ditanngkap tanpa perlawanan. Rosid terancam penjara 10 tahun.

Enaknya hanya semenit dua menit, sengsaraya bertahun-tahun. (KC/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->