Download E-Paper

Imbas Pandemi Covid-19, Target Penumpang MRT 100 Ribu Perhari Sulit Dicapai

Rabu, 08 Juli 2020 - 13:50
Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI dengan PT MRT Jakarta (Yono) Area lampiran

JAKARTA – Komisi B DPRD DKI Jakarta menggelar rapat kerja dengan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Rapat tersebut beragendakan evaluasi kinerja tahun 2019 dan rencana kerja tahun 2020.

Dalam dapat tersebut, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabanda mengatakan, jumlah penumpang MRT Jakarta menurun drastis akibat adanya pandemi COVID-19. Menurutnya, penurunan penumpang pada bulan April 2020 berjumlah 4.059 orang perhari.

"Memang kita mengalami penurunan drastis dari sisi penumpang  dari total Februari 88 ribu penumpang (per hari), kita turun sampai 4 ribu di bulan April. Alhamdulillah di bulan Juni ini naik," ujar William di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

Untuk jumlah akumulatif penumpang MRT Jakarta di bulan April 2020 sebanyak 121.757 orang. Sementara, berdasarkan data yang ada di file presentasi dalam rapat, jumlah penumpang di bulan Mei 2020 hanya 1.405 orang per hari. Total jumlah penumpang di bulan Mei 2020 sebanyak 43.544 orang.

Berdasarkan data tersebut, jumlah penumpang di bulan Januari 2020 sebanyak 2.564.869 orang dengan jumlah perhari 85.105 orang. Untuk bulan Februari 2020 sebanyak 2.564.869 penumpang dengan jumlah perhari sebanyak 88.444 orang.

Untuk bulan Maret 2020, sebanyak 1.403.638 penumpang dengan jumlah per hari 45.279 orang. Kemudian di bulan Juni sebanyak 340.553 penumpang dengan jumlah per hari sebanyak 11.351 orang. 

Jumlah penumpang di bulan 1 Juli- 6 Juli 2020 sebanyak 102.324 orang dengan rata-rata per hari sebanyak 17.054 penumpang. Total, jumlah penumpang MRT Jakarta dari Januari hingga 6 Juli 2020 sebanyak 7.124.935 orang.

Melihat data yang ada, William mengaku target 100 ribu penumpang per hari itu tidak bisa dilakukan. Terlebih, saat ini ada pandemi COVID-19 yang mengharuskan untuk jaga jarak.

"Angka 100 ribu target kita itu pasti nggak mungkin, karena harus physical disntancing dan itu sudah mengurangi kapasitas kereta dan kita memang harus konsisten supaya tidak ada isu, publik transport itu terpapar dengan COVID-19," ucapnya. (yono/tri)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->