Download E-Paper

PSBB Transisi, Kegiatan Usaha Kembali Menggeliat, ‘Alhamdulillah, Pendapatan Mulai Meningkat’

Senin, 06 Juli 2020 - 08:30
Darus, pedagang mie ayam sempat merasakan terdampak Covid-19. (deny)

DI tengah pandemi Covid-19, banyak UKM (usaha kecil menengah) banyak yang gulung tikar. Namun tidak sedikit juga dari mereka yang masih tetap bertahan meski sedikit terseok-seok. Seperti Muhammad Darus (36), pedagang mie ayam di kawasan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Ia tetap bertahan dengan berjualan setiap harinya, melayani pembeli.

“Ya kan mau bagaimana lagi, ini usaha satu-satunya untuk menafkahi kebutuhan anak-istri. Kalau nggak jualan mau makan apa nanti,” ucapnya saat ditemui Poskota.co.id di lokasi, kemarin.

Menurut bapak dua anak tersebut, meski pemerintah sempat melarang ke luar rumah karena pandemi Covid-19, namun dirinya tetap nekat berjualan seperti biasanya. Hanya saja memang, ia tidak melayani pembeli makan di tempat.

“Soal pendapatan jangan ditanya, sudah pasti anjlok banget. Bahkan sempat pada masa awal-awal adanya larangan warga ke luar rumah karena Corona, yang beli hanya 3 sampai 5 orang saja,” ujar Darus.

Dengan kondisi sepinya pembeli, Darus tetap berjualan. Hanya saja, porsi dagangannya dikurangi. Biasanya 4 kilogram mie, dikurangi menjadi 2 kilogram.

Seiring dengan dilonggarkannya aturan PSBB di masa transisi, usaha mie ayam sudah mulai kembali menggeliat.

“Memang belum 100 persen, paling baru mencapai 60 sampai 80 persen jumlah pembelinya. Tapi alhamdulillah, sudah ada hasilnya tidak seperti sebelumnya,” katanya. Omset hariannya saat ini, bisa mencapai Rp300 ribu-Rp400 ribu per hari. (deny/ta)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->