Download E-Paper

Pedagang Kurma Tanah Abang Mati Suri

Senin, 06 Juli 2020 - 11:50
Alfin pedagang kurma di kawasan Tanah Abang (yono)

ALFIN, pedagang kurma, di kawasan Tanah Abang mengaku saat ini usahanya mati suri. Kondisi ini akibat adanya pandemi wabah Corona, ditambah lagi dengan kebijaksanaan pemerintah yang membatalkan pemberangkatan haji ke tanah suci.

“Sekarang ini, ibaratnya penjualannya mati suri. Saya sampai rugi hingga Rp20 jutaan. Keuntungan nggak ada, karena sepi, pemasukan nggak ada,” ucap Alfin, kemarin.

Alfin sudah menjalani profesinya sebagai pedagang kurma sejak tahun 1980. Selain berjualan kurma, Dia juga menjual perlengkapan ibadah umat Islam. “Sebelum ada pandemi sekitar sejuta sehari dapat, kalau lagi musim haji bisa Rp2 juta- Rp3 juta dapat. Sekarang nggak ada haji ya pengaruh banget sama penghasilan,” keluhnya.

Dikatakan, selama pandemi ketemu Lebaran, dirinya mengalami kerugian Rp20 juta. Rugi saya bukannya untung, jualan nggak ada pemasukan,” paparnya.

Kurma yang ditawarkan Alfin di lapaknya bermacam-macam, harganya tergantung dari jenis kurma. Dari yang termurah jenis Kurma Mesir hingga yang paling mahal Kurma Nabi.

“Paling mahal Kurma Nabi Rp250 ribu sekilo, terus Kurma Mejol Rp200 ribu perkilo, kalau yang paljng murah itu Kurma Mesir, harganya Rp30 ribu perkilo,” kata Alfin.

Alfin menjelaskan untuk harga kurma saat ini sedang mengalami kenaikan. Karena kurma yang dibeli termasuk barang impor, sementara pengiriman barang untuk masuk ke dalam negeri sedang sulit karena pandemi, itu yang menyebabkan harga kurma melambung tinggi.

“Sudah harganya naik, jualnya susah, yang beli juga nggak ada. Lagi ancur-ancuran lah usaha, kalau bisa ada yang ngasih makan nih, mendingan libur nggak usah jualan, saya tetap buka terus dari awal Corona, karena butuh buat makan,” ungkap Alfin.

Alfin berharap wabah covid-19 ini segera berakhir dan rezekinya mengalir seperti sedia kala sebelum ada corona. “Semoga cepet normal kembali, dan omset dari jualan kurma kembali seperti semula,” tutup Alfin. (yono/ta)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->