Download E-Paper

Wacana Pembelajaran Jarak Jauh Permanen, DPRD DKI: Harusnya Mas Nadiem Makarim Paham Kondisi

Minggu, 05 Juli 2020 - 11:24
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari fraksi PAN, Zita Anjani (yono)

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari fraksi PAN, Zita Anjani menentang keras wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang berencana menerapkan metode Pembelajaran jarak jauh (PJJ)  secara permanen di Indonesia.

Politisi PAN tersebut menilai metode pembelajaran seperti ini tidak akan berjalan maksimal bila sebagian peserta didik tak melek teknologi. Kalau PJJ sampai dipermanenkan, maka hal ini hanya menimbulkan masalah baru di dunia pendidikan Indonesia.

"Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan penduduk kita yang melek teknologi hanya sekitar 64,8 persen, itu artinya masih ada 92,99 juta penduduk Indonesia yang gagap teknologi. Dengan keadaan seperti ini harusnya mas Menteri paham kondisi, mustahil PJJ dipermanenkan, masih banyak PR yang harus diselesaikan terlebih dahulu," kata Zita melalui pesan WhatsApp, Minggu (5/7/2020).

Zita mengatakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Singapura yang kualitas guru dan infrastrukturnya sudah memadai untuk pembelajaran jarak jauh saja tetap menerapkan pembelajaran tatap muka, karenanya dia ragu jika PJJ bisa sukses diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat.

"Siswa Amerika sendiri yang meminta itu. Di kita pun sama, anak-anak sudah tidak lagi fokus dan tempramental selama di rumah. Karena dunianya dicabut, bermain, belajar, dan mengenali peran dan statusnya sudah tidak lagi dirasakan," tegasnya.

Zita meminta Nadiem (Mendikbud) untuk memikirkan matang-matang wacana tersebut sebelum metode Jarak Jauh ini benar-benar dipatenkan. Jangan sampai PJJ malah mendiskriminasi dunia pendidikan di Indonesia. (yono/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->