Mobilitas Pesepeda Meningkat 20 Persen Selama Pandemi Covid-19

Jumat, 3 Juli 2020 17:23 WIB

Share
Pesepeda tengah melintas di jalur sepeda yang dibangun Pemprov DKI di wilayah ibukota.(ist)

JAKARTA - Industri sepeda merupakan industri yang urung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi sekarang ini karena tren penjualan sepeda semakin meningkat.

"Tren penjualan sepeda juga turut meningkat dan pembeli harus antri untuk mendapatkannya. Industri sepeda turut menggeliat, urung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)," ucap pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada Pos Kota, Jumat (3/7/2020).

Djoko menambahkan tren bersepeda menjadi budaya baru masyarakat perkotaan di Indonesia. Di Jakarta meningkat hingga 10 kali lipat. Survey oleh ITDP, meningkat 1000 persen saat PSBB di Jakarta dibanding bulan Oktober 2019," ucap Djoko yang juga akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.

Ia  menilai peningkatan masyarakat bersepeda karena bersepeda dianggap lebih aman, meningkatkan imun terhadap tubuh di masa pandemi.

Terkait penjualan sepeda yang semakin meningkat, menurut Djoko   terjadi di sejumlah kota lainnya, seperti Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Bandung, Surabaya.

"Mengapa sepeda menjamur sekarang?,  karena sepeda adalah entitas unik yang memiliki identitas. Sepeda adalah lambang kebebasan, karena rentang pelayanan pergerakannya," terang Djoko.

Menurut dia, pertama, jalur sepeda (bike path) merupakan jalur sepeda tidak berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain, dapat bersama/terpisah dengan pejalan kaki.

Kedua, kata Djoko, lajur sepeda (bike lane) merupakan lajur yang berbagi ruas wilayah dengan pergerakan kendaraan lain dan pergerakan manusia, bertumpangan dengan ruas jalan atau pedestrian.

"Ketiga, rute sepeda (bike route) yang dikembangkan di kawasan perumahan, perkantoran, terpadu (super blok).  Jalur sepeda cukup dipasang rambu dan marka sepeda untuk petunjuk pesepeda di titik-titik strategis, seperti persimpangan jalan, bangunan yang menyediakan parkir sepeda," terang Djoko.

Ia mengatakan banyak negara industri sepeda, ia mencontohkan  saat ini di Beijing (Tiongkok) beroperasi 11 pelaku bisnis bike sharing. Salah satu faktor yang mendorong berkembangnya jumlah pengguna sepeda di Beijing adalah terpenuhinya fasilitas yang diperlukan, yaitu jalanan di Kota Beijing terdapat trotoar yang cukup luas dan juga terdapat jalur khusus untuk pengguna sepeda.

Halaman
1 2
Reporter: Guruh Nara Persada
Editor: Guruh Nara Persada
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler