Download E-Paper

Bumbu Dapur Obat Segala Obat

Rabu, 29 Juli 2020 - 09:45

KEMBALI ke tradisional. Begitu kira-kira tagar yang pantas untuk sebutan obat herbal yang sekarang mulai digandrungi oleh masyarakat. Maka tak heran kalau sekarang juga beramai-ramai orang yang punya pengalaman dengan ramuan obat yang bahannya dari tanaman yang ada di bumi negeri ini. Banyak orang menyebutnya bumbu dapur.

Apa itu bumbu dapur? Ya, banyak orang kenal lah, terutama emak-emak yang setiap hari sibuk memasak di dapur. Ada juga sih yang mengaku nggak kenal? Bahan sayuran aja seperti buncis, kayaknya nggak asing ya? Masa ada artis yang nggak tahu? Ah, sudahlah, mungkin juga pura-pura, takut gengsinya tutrun?

Bumbu dapur yang biasa disebut untuk obat, yakni jahe, sereh, ketumbar, merica, kemiri, bawang merah, bawang putih, kayu manis, cabe jawa, jeruk nipis, jeruk lemon dan banyak lagi. Sayuran juga termasuk, lobak, brokoli, dll.

Nah, bumbu dapur inilah yang kemudian bisa diolah untuk bebagai obat penyakit, di antaranya; maag, lambung, kolestrol, asam urat, darah tinggi, darah rendah, struk, batuk, bengek, dan banyak lagi penyakit yang bersemayam di tubuh, terutama mereka yang sudah renta.

Misalnya, jahe punya banyak manfaat yang luar biasa, mengatasi masalah pencernaan, mengurangi nyeri otot dan sendi, menurunkan asam urat, membangkitkan fasilitas pria dan banyak lagi. Tahu kan kalau jahe yang dilebur jadi tepung dicampur susu telor dll, bisa jadi minuman menyegarkan?

Tapi, ya hati-hati karena para ahli kesehatan bilang kalau jahe juga punya akibat yang nggak baik buat kesehatan. Itu ketika dikonsumsi terlalu banyak. Bisa menimbulkan efek yang negatif bagi tubuh. Jadi kalau tadinya ingin sehat jadi sakit?

Betul itu, janganakan obat, makanan enak saja kalau kebanyakan, ya jadi penyakit. Perut nggak mampu menampung, terus muntah. Bukan saja jadi penyakit tapi juga haram! (massoes)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->