Download E-Paper

Warga Kota Semakin Miskin Bertambah Jauh Jl. Thamrin

Selasa, 28 Juli 2020 - 06:30

MENTERI ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil prihatin, semakin miskin orang Jakarta tinggalnya semakin jauh dari kota. Dia ingin membentuk bank tanah, agar banyak rumah rakyat bisa dibangun, sehingga biar miskin bisa berumah dekat Jl. Thamrin.

Sebagai ibukota negara, laju urbanisasi semakin tinggi di Jakarta. Tapi perhatikan, mereka yang masuk Ibukota seputar 1980-an, masih bisa berumah di DKI. Tapi yang masuk DKI tahun 2000-an kebanyakan “terlempar” ke Bekasi, Tengerang, Depok, bahkan Bogor. Hanya orang-orang tertentu yang mampu berumah ber-KTP Jakarta.

Harga tanah di Jakarta memang semakin menggila. Mereka yang bergaji seputar Rp 10 jutaan, terpaksalah jadi warga Bodetabek. Itu pun banyak yang tinggal di rumah gang. Kalaupun bisa beli rumah di perumahan BTN, lokasinya yang jauuuuh…di belakang. Ukurannya juga kecil-kecil, ibarat kata buat bakar keong saja nggak mateng.

Untuk ke kantor bedug subuh harus sudah berangkat, tiba di rumah kembali pukul 22.00. Walhasil ketemu anak istri lumayan lama paling hari Minggu atau libur nasional. Irama kehidupan seperti ini jelas tidak sehat, umurnya habis di jalan.

Menteri Sofyan Djalil sangat prihatin menyaksikan fakta ini, maka dia ingin lembaganya bisa mengelola tanah, bukan hanya administrasi pertanahan belaka. Dengan bank tanah pemerintah bisa membangun rumah untuk golongan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Dengan bank tanah pemerintah juga bisa bikin taman-taman kota.

Bila gagasan Pak Menteri ini berhasil, sangat memungkinkan orang miskin di Jakarta bisa tinggal dekat Jl. Thamrin. Ini pernah juga digagas oleh Gubernur Ahok. Dengan rumah dekat kantor, biaya transport bisa lebih hemat, apalagi ditopang biskota Transjakarta yang sangat murah. “Kantong penuh, perut penuh,” kara Ahok kala itu.

Secara nasional bisakah Sofyan Jalil menghapus atau paling tidak meringankan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang dikenakan pada penjual dan pembeli. Sebab ini jadi ajang Pemda-Pemda “memeras” rakyat sendiri. – gunarso ts
 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->