Download E-Paper

Istri Dijual di Kamar Hotel Komisi Kencan Seratus Ribu

Jumat, 24 Juli 2020 - 07:30

JIKA ada suami paling koplak di Cianjur, mungkin Enjang (48), orangnya. Mentang-mentang istrinya cantik, Nurul, (50), pun dijual di kamar hotel. Taripnya Rp 400.000,- dan suami ambil Rp 100.000,- sebagai komisi. Tapi prostitusi online ini akhirnya terbongkar dan Enjang terancam penjara 15 tahun.

Gara-gara wabah Corona, banyak usaha bangkrut, suami kena PHK. Jika sudah begini, terpaksalah jual asset untuk nyambung umur. Ada yang jual sepeda motor, mobil, rumah maupun tanah. Tapi itu ada lho, karena tipisnya iman, ketika terdesak secara ekonomi ada lho yang tega menjual istrinya secara online. Kata Asmuni Srimulat jika tahu peristiwa ini, “Ini suami cap apa?”

Lelaki koplak ini adalah Enjang, warga Karangtengah, Cianjur (Jabar). Sebagaimana warga lainnya, ekonomi dia juga terpukul sejak wabah Corona. Usaha bossnya bangkrut dan dia terkena PHK. Mulailah dia mutar otak, bagaimana untuk bisa mempertahankan ekonominya dari gempuran resesi. Jangankan dua kwartal, baru setengah kwartal saja ekonomi Enjang-Nurul sudah mengalami resesi, menyusul Singapura.

Enjang mau menjual asset tanah, tidak punya. Jual mobil juga tidak punya. Jika jual rumah yang ditempatinya, lalu mau tinggal di mana? Toh nggak ada pembeli rumah yang mau menyisihkan barang sekamar untuk keluarganya. Enjang benar-benar pusing, bisanya hanya mengumpat-ngumpat, “Corona memang sialan!”

Tiba-tiba muncul ide nakal, bagaimana kalau “menjual” istrinya saja? Sebagai asset tetap dalam penguasaannya, tapi pihak lain bisa menikmati “jasa”-nya. barang satu jam dengan cost yang layak. Prinsipnya: di sana senang, di sini juga senang. “Pokoknya di mana-mana hatiku juga senang, la la la la…….!” Kata Enjang kemudian.

Enjang kemudian merepresentasikan gagasannya itu depan istri selaku sivitas akademika. Awalnya istri keberatan. Merasa dirinya masih cantik, tentu masih banyak peminatnya, terutama para pecinta benda purbakala. Tapi bayangkan, jika sampai diantri 10 orang dalam sehari, apa nggak boncos itu barang? “Nggaklah, nggak! Memangnya kamu bener-bener sudah nggak bisa ngempani anak istri?” kata Enjang tentunya dalam Bahasa Sunda.

Karena terus dilobi tanpa henti, akhirnya Nurul bersedia juga jadinya. Mulailah Enjang buka layanan lewat aplikasi online. Dipasanglah foto istrinya yang sudah dipoles, yang katanya seperti ban radial, punya daya cengkeram luar biasa. Tarifnya nggak usah mahal-mahal cukup Rp 400.000,- prangko hotel dan tanpa PPN 10 persen.

Ternyata tawaran ada yang masuk. Tapi namanya pasar bebas,  meski sudahy begitu murah masih saja ada yang mencoba menawar. “Maaf belum bisa, modalnya saja sudah lebih dari itu,” kata Enjang dalam jawaban WA-nya. Tapi pada akhirnya konsumen yang ngalah, dan dapatlah Enjang uang penglaris.

Yang menarik, ketika Nurul dikencani di hotel oleh peminat, Enjang juga berada di kamar yang sama. Selasai transaksi dan dibayar, tamu pulang Enjang pun memberikan uang pada istrinya Rp 300.000,- karena yang Rp 100.000,- untuk dirinya sebagai komisi. Bahkan kepada konsumen yang mau pulang, sempat-sempatnya Enjang pesan, “Kalau enak, tolong beritahu ke kawan-kawan ya….”

Begitulah, setiap hari ada saja konsumen Enjang. Tapi lama-lama mesum online  ini terendus polisi, sehingga suami istri koplak itu ditangkap. Keduanya mengakui apa adanya. Nurul hanya sebagai saksi, tapi Enjang langsung tersangka. Kini dia ditahan di Polres Cianjur dengan tuduhan pasal perdagangan manusia. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

Bisa busuk di penjara tuh Enjang. (JPNN/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->