Download E-Paper

Korban KDRT di Cengkareng Nilai Kontrakan Barunya Bikin Sering Cekcok

Kamis, 23 Juli 2020 - 05:05
Korban penganiayaan oleh suami siri, FK (36), di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat.

JAKARTA - Istri yang dianiaya suaminya di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, FK (36), mengaku sudah empat tahun menikah sirih dengan RJ (23).

Menurutnya, selama empat tahun menjalani rumah tangga, mereka tak pernah bertengkar hingga main fisik seperti yang terjadi pada Sabtu lalu (18/7/2020).
 
FK menilai, hawa yang ada di rumah kontrakannya berbeda dengan kontrakan sebelumnya. Bahkan semenjak pasangan suami istri itu pindah ke rumah kontrakan yang kini mereka tempati, keduanya seringkali adu mulut.
 
"Saya pindah itu bulan Januari 2020 kemarin ke kontrakan baru. Kayaknya engga cocok deh (di kontrakan itu) makanya sering cekcok," ujar FK saat ditemui di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2020).
 
Bahkan Ia berpendapat, ada sesuatu yang aneh di rumah kontrakannya sehingga menyebabkan sang suami sirinya itu kerap emosi tanpa penyebab yang jelas. 
 
Oleh karena itu, Ia pun berniat untuk pindah ke kontrakan baru. Dengan harapan, hubungannya dengan sang suami bisa adem ayem tanpa pertengkaran, apalagi kekerasa fisik.
 
"Kontrakan dulu sama sekarang masih satu lingkungan disitu engga jauh. Makanya habis ini mau pindah kontrakan lagi masih didekat situ juga," ucap FK.
 
Namun Ia menegaskan, penganiayaan seperti yang diterimanya tempo hari baru pertama kali. Biasanya, pertengkaran mereka hanya berupa cekcok saja. Adapun puncak pertengkaran keduanya terjadi pada Sabtu lalu, yang dipicu oleh ikan asin.
 
"Kalau berantem sih baru kemarin doang ya, sebelumnya paling adu mulut saja. Biasanya tuh kalau apa yang dia mau ya harus, seperti misalnya saya disuruh beli rokok, terus lama engga jalan-jalan ke warung sama dia dikatain, 'anjing luh'. Paling gitu aja cekcoknya engga sampai main fisik," terangnya.
 
Untuk diketahui, seorang suami tega menganiaya istri di kawasan Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri mengatakan, korban berinisial FK (36) dianiaya bertubi-tubi di kediamannya yang berlokasi di Jalan Puspa IV, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, pada Sabtu (18/7/2020).

Kepada polisi, korban mengaku dianiaya oleh sang suami, RJ (23), dengan cara dibanting, dibenturkan ke lemari, serta dicakar dan dijambak rambutnya. Akibatnya, korban mengalami luka lebam dan sakit di perut karena penganiayaan tersebut.

Selanjutnya, korban pun melaporkan insiden KDRT yang menimpanya ke pihak kepolisian.

"Iya, korban FK sudah membuat surat laporan," ujar Khoiri saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2020). 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dengan ancaman mencapai lima tahun penjara. (firda/fs)
 
 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->