Download E-Paper

Tinjau Ulang PSBB Transisi

Senin, 13 Juli 2020 - 08:29
Ilustrasi. (ist)

KEKHAWATIRAN akan terjadi ledakan kedua kasus Covid-19 di Indonesia, agaknya mulai nyata. Buktinya, daerah-daerah zona merah yang telah mereda dan melonggarkan PSBB menuju era New Normal, kini justru terjadi lonjakan kasus per hari. Penambahan kasus antara lain terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Di Jakarta, selama tiga hari berturut-turut angka penambahan kasus positif Covid-10 melesat signifikan. Seperti pada Sabtu (11/7/2020) tercatat 378 kasus baru, memecahkan rekor sebelumnya. Sehari sebelumnya, Jumat (10/7/2020) tercatat 359 kasus. Esok harinya, Minggu (12/7/2020) terjadi lonjakan sangat tinggi dengan rekor baru menyentuh angka 404 kasus baru. Angka ini tertinggi dibanding data harian penambahan kasus sebelumnya.

Secara nasional, angka positif Covid-19 juga meroket. Pada Kamis 9 Juli 2020, jumlah terkonfirmasi positif angkanya mencapai 2.657 kasus. Rekor tertinggi yang pernah terjadi sejak virus corona mewabah di Idonesia. Tingginya kasus baru Covid-19 di Ibukota menimbulkan kekhawatiran.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, temuan kasus baru tersebut hasil dari gencarnya Tim Gugus Tugas melakukan tracing dan testing. Petugas agresif mencari OTG (Orang Tanpa Gejala) dengan mengepung lokasi-lokasi keramaian.

Penjelasan Anies maupun jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, bahwa penambahan signifikan karena petugas agresif mencari kasus baru, tidak membuat masyarakat menjadi tenang. Sebaliknya justru dicekam ketakutan, karena ternyata banyak orang tanpa gejala (OTG) di sekitar kita.

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sudah diberlakukan selama 3 bulan di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Hasilnya, perlahan angka positif warga yang terpapar virus corona mulai menurun. Tapi ketika PSBB Transisi menuju New Normal diberlakukan, mulai ada kelonggaran di mana-mana. Bahkan warga pun tidak mengontrol diri, penerapan protokol kesehatan diabaikan. Hasilnya, tiga hari berturut-turut angka positif corona melesat.

Menekan makin meluasnya pandemi Covid-19, pemerintah pusat dan daerah harus bertindak cepat. Krisis kesehatan kian membahayakan. Lebih baik dibatasi kembali aktivitas publik, tinjau ulang PSBB Transisi, daripada korban berjatuhan terus bertambah. **

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->