Download E-Paper

Edan! Kakek Bule Asal Prancis Cabuli Ratusan Anak di Bawah Umur, Begini Modusnya

Jumat, 10 Juli 2020 - 09:24
Kakek bule asal Prancis berinsial FAC diduga mencabuli 305 anak selama menetap di Jakarta. (ilham)

JAKARTA - Berakhir sudah petualangan menjijikkan predator bocah asal Prancis ini. Pria 65 tahun berinisial FAC dibekuk setelah mencabuli 305 anak jalanan (anjal) di Jakarta.

Biadabnya lagi, setiap beradegan porno bersama bocah-bocah itu, dia selalu mengabadikannya pakai video lalu djual ke situs-situs pornorgrafi.

Sebelum menggauli bocah-bocah ingusan itu, FAC lebih dulu mendandani anak-anak jalanan berusia antara 10 tahun serta remaja 17 tahun yang berkeliaran di kawasan Jakarta Barat dan sekitarnya.

Kepada bocah gelandangan, pria bule ini mengaku sebagai fotografer dan menawarkan mereka dijadikan foto model anak. Agar tertarik setiap calon korban dijanjikan uang Rp250 ribu hingga Rp1 juta dan dibawa ke hotel.

“Di hotel tersebut, bocah-bocah perempuan itu disetubuhi dan diam-diam direkam lalu dibuat video yang dijual ke sejumlah situs pornografi. Fakta itu terungkap dari laptop pelaku yang kami sita,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, Kamis (9/7/2020).

Baca jugaPredator Berkewarganegaraan Perancis Setubuhi 305 ABG Lalu Merekamnya

Masing-masing video dibuat terpisah, yang cantik dan biasa. Salah satu foldernya bernama VIP berisi anak jalanan cantik setelah didandani dengan makeup. Kakek bule ini sengaja memilih anak jalanan untuk didandani sehingga sehingga terlihat menarik, kemudian dicabuli yang diistilahkan Child Sex Groomer oleh situs pornografi.

SIAPKAN KAMAR

Sebelum membawa calon korban ke hotel, FAC lebih dulu mempersiapkan kamar tersebut layaknya studio foto. Di kamar tersangka sudah memasang kamera tersembunyi merekam adegan seks dengan para korban.

“Sebelum disetubuhi, para korban dimandikan lalu diberi makeup agar terlihat cantik kemudian difoto bugil. Para korban tidak tahu sudah direkam kamera,” ucap Nana.

Selanjutnya, para korban difoto, disuruh melepas pakaiannya mengganti dengan kostum yang sudah disediakan predator anak ini, seperti baju Kimono. Kemudian dalam adegannya, pakaian tersebut dilepas satu persatu hingga bugil.

“Kalau korban tidak mau, bule Prancis ini menampar dan menendangnya,” katanya. Saat menyetubuhi itu tidak hanya satu ABG tapi juga threesome. Selain itu tersangka juga menggunakan alat bantu seks vibrator untuk mencabuli ABG.

3 BULAN

“Masih didalami terus, pengakuan tersangka sudah 305 anak-anak dan kami perkirakan jumlah korban bisa lebih banyak,” ungkap Kapolda.

Hasil penyelidikan sementara, FAC tercatat keluar-masuk Indonesia sejak Februari 2015 dengan visa turis. Di kunjungan terakhirnya, FAC tinggal selama 9 bulan di Jakarta, mulai Desember 2019 hingga Juni 2020. Sejak April lalu paspornya habis masa berlakunya.

“Dia tak memperpanjang dengan alasan Covid-19,” ujar Kapolda. Ekspatriat lansia ini disergap di Hotel PP, Mangga Besar. Tersangka diamankan di kamar 425 dalam kondisi bugil bersama dua ABG.

Baca jugaKapolda: Jumlah ABG yang Jadi Korban Predator WN Prancis Kemungkinan Masih Bertambah

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat. Tim Subdit Reknata Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian mengintai FAC selama 3 bulan terakhir. Hingga akhirnya, tim menggerebek sebuah kamar hotel tempat predator anak itu menginap di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

Dari penyergapan itu disita 21 kostum yang dipakai para korban untuk pemotretan seksi dan pembuatan video cabul, laptop, 6 memory card, 6 kamera hitam, 2 flash kamera, microfon, 1 set lighting, 2 card reader, 2 DVR, 2 alat bantu seks vibrator, pelumas merk Vigel, 20 kondom berbagai merk, kimono dan pasport No. 14CZ26615 dikeluarkan Prancis.

“Predator itu terancam pidana hukuman mati, seumur hidup, atau paling singkat 10 tahun, dan juga hukuman kebiri kimia,” tandas Kapolda.

Ancaman itu sesuai pasal UU Perlindungan Anak, Pencabulan Anak, Eksploitasi anak hingga UU ITE, Pasal 81 Jo 76D UU No.17/2016, Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23/2002, Pasal 82 Jo 76E UU No.17/2016, Pasal 88 Jo 76 I UU No.17/2016, Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU No. 19/2016.

PEMULIHAN

Menteri Sosial Juliari P Batubara menggaransi, para korban dapat menjalani pemulihan di balai milik Kemensos di kawasan Jakarta Timur. “Kami siap menampung korban apabila diperlukan untuk rehabilitasi,” katanya.

Dia berharap dengan SDM dan fasilitas yang ada di balai tersebut dapat membantu memulihkan psikis korban aksi seksual FAC.

Baca jugaWN Prancis Cabuli ABG Jalanan Jadi Perhatian Mensos

Juliari mengapresiasi Polri yang berhasil mengungkap kasus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. “Saya berharap pelaku dapat hukuman setimpal atas perbuatannya, Minimal dikebiri,” tutupnya. (Ilham/iw/ird/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->