Download E-Paper

Pemerintah Diklaim Masih Memiliki Utang ke Jasa Marga Rp 5,025 Triliun

Selasa, 30 Juni 2020 - 17:43
Susana Rapat Komisi VI DPR RI. (rizal)
JAKARTA - Direktur Utama Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur mengungkapkan hingga tanggal 26 Juni 2020, pemerintah masih mempunyai utang sebesar Rp 5,025 triliun yang merupakan pencairan realisasi dana talangan untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol selama 2016 hingga 2020.
"Jadi total pengeluaran untuk pembebasan lahan ini mencapai Rp 27,265 triliun, yang sudah dibayar itu Rp 22,24 triliun, sehingga ada piutang yang masih outstanding sebesar Rp 5,02 triliun," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Selasa (30/6/2020).
 
Menurut Subakti, untuk dana pengadaan lahan pihaknya meminjam  dari pemegang saham dan perbankan. Sehingga perseroan memiliki beban cost of fund terhadap kreditur
 
"Ini menyangkut selisih bunga karena kita pinjam untuk pinjaman komersial kemudian pemerintah pemerintah mengembalikan berdasarkan bunga BI7DRR sekitar 4,5-5% jadi itu ada selisih bunga sehingga ada Rp1,6 triliun lebih yang kondisinya belum terselesaikan," jelasnya.
 
Saat ini, Jasa Marga memiliki beban cost of fund sebesar Rp2,8 triliun. Namun, pemerintah hanya bisa membayarkan Rp1,94 triliun saja sebab, pemerintah berpatokan kepada bunga BI7DRR, sedangkan pinjaman komersial perbankan ke Jasa Marga menerapkan bunga 8,5 hingga 10,25%
 
"Di sini kami mencoba usulan solusinya dikarenakan BPJT hanya menyediakan dana talangan untuk tanah sehingga seluruh biaya yang timbul akibat penyediaan dana talangan tanah menjadi tanggungan pemerintah dan percepatan pengembalian cost of fund maksimum satu bulan sejak penggantian dana talangan tanah, selisih cost of fund kita usulkan diganti tunai atau diperhitungkan dalam investasi," ucapnya. (rizal/fs)
 
 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->