Mendikbud Nadiem Makarim Diprotes, 'Batalkan PPDB Zonasi Usia!'

Selasa, 30 Juni 2020 09:33 WIB

Share
Mendikbud, Nadiem Makarim. (twitter/@kemendikbud.ri)

JAKARTA - Para orang tua murid menggeruduk Kantor Kemendikbud RI, Senin (29/6/2020). Beberapa ibu datang mengenakan seragam SD, SMP dan SMA. Mereka mendesak Menteri Nadiem Makarim membatalkan proses PPDB berdasarkan usia.

Berbagai poster mereka bawa di antaranya bertuliskan “Tolak PPDB Berdasarkan Jalur Zonasi Berdasarkan Usia”, “Zonasi Itu Jarak Bukan Usia”, “Batalkan PPDB DKI” dan lain-lain. Beberapa orang tua mengenakan atribut dan seragam sekolah sebagai bentuk protes bahwa murid yang lebih tua diuntungkan dalam PPDB tahun ini.

Para orang tua demo di depan Kantor Kemendikbud minta PPDB zonasi usia dibatalkan. (wandi)

Salah seorang koordinator demonstrasi, Agung mengatakan seleksi berdasarkan usia dalam PPDB merupakan bentuk diskriminatif terhadap siswa siswi yang berusia lebih muda.

“Faktor usia tidak bisa dijadikan parameter untuk menilai seorang siswa-siswi kurang mampu secara ekonomi,” ujar Agung.

Mereka mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membatalkan pelaksanaan PPDB DKI yang sudah berjalan dan mengulang prosesnya dari awal.

KE OMBUDSMAN

Sementara itu, Dr. David Tobing selaku pengacara publik dan Ketua Komunitas Konsumen Indonesia bersama perwakilan Forum Orangtua Murid dan Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (Geprak), melaporkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana ke Ombudsman Republik Indonesia atas dugaan mal-administrasi dalam penyelenggaraan PPDB 2020.

Baca jugaKalah Tua, Calon Siswa Berprestrasi Gagal Masuk Sekolah Negeri

David menjelaskan, harus ada tindakan yang tegas agar Disdik DKI Jakarta mengubah sistem pendaftaran melalui jalur zonasi, menggunakan usia tertua ke usia termuda sebagai proritas utama sebagaimana tercantum dalam Keputusan Disdik DKI Jakarta karena bertentangan dengan Permendikbud No. 44/2020.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler