Download E-Paper

Marahnya Jokowi Sudah Level 9 Gara-gara Menteri Kerja Lamban

Selasa, 30 Juni 2020 - 06:30

SEBETULNYA  Presiden Jokowi bukan kali ini saja marah, sebagai ungkapan rasa kecewa. Tapi kata pakar gesture, kemarahan Jokowi yang sekarang sudah ke level 9. Beliau marah lantaran menteri-menterinya lamban menyikapi Covid-19.

Ada media online yang sempat mencatat, sudah berapa kali Jokowi marah sebagai presiden. Dari periode pertama hingga sekarang ini, tercatat 11 kali marah-marah. Masalahnya macem-macem, dari kecewa akan kinerja kabinetnya, pihak luar yang merongrong program kabinetnya.

Dalam kemarahan itu jika tak mengancam dengan reshuffle kabinet, juga akan menggebug, ngomel sontoloyo, menggigit dengan caranya sendiri, sampai akan membubarkan lembaga dan ganti menteri. Kata pakar gesture, kemarahan Jokowi yang kemarin itu sudah  sampai level 9, karena pakai menyeringai segala.

Kemarahan Jokowi kali ini memuncak, karena banyak menterinya santai-santai saja menyikapi wabah Covid-19. Mereka bekerja normal-normal saja, padahal ini kejadian luar biasa. Maunya Jokowi, presiden dan menteri bisa bersikap sama, sigap dan mengedepankan skala prioritas.

Meski tak sebut nama, Menkes Terawan Agus Putranto langsung kena tembak. Anggaran Corona  Kemenkes itu sampai Rp 75 triliun, tapi kenapa baru terserap 1,3 persen saja? Jokowi minta permen (peraturan mentri) disederhanakan, jangan berbelit-belit, karena pasien Covid-19 butuh layanan cepat.

Jangan-jangan, sujudnya Walikota Tri Rismaharini sampai 2 kali ke IDI Surabaya, juga sebagai dampak penyerapan anggaran Covid yang lelet dari pusat. Makanya Jokowi minta, santunan-santunan itu cepat dibagi, percuma jika pasien keburu meninggal.

Selain mengancam reshuffle kabinet, Jokowi juga mengaku bisa saja bubarkan lembaga. Lembaga yang menangani Covid-19 adalah BNPB dan Gugus Tugas Corona. Apakah mereka ini yang bakal jadi sasaran tembak?

Jika para menteri lamban dan sangat standar dalam penanggulangan Covid-19, soalnya Presiden Jokowi sendiri pernah bilang, “Menghadapi wabah Corona jangan panik.”

 Nah, karena Presiden sudah mengatakan demikian ya kerja satitahe (santai saja). Padahal maunya Jokowi, para menteri itu serius tapi santai (sersan).

Misalkan sampai Presiden hendak melakukan reshuffle, Indonesia Police Watch (IPW) menilai ada 11 menteri yang perlu diganti, di antaranya Menkumham, Menteri Perdagangan, dan Menko Maritim. Sedangkan pengamat lain, Menkes dan Mensos juga perlu diganti, karena mereka paling terlibat aktiv Covid-19, tapi kedodoran. – gunarso ts

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->