Download E-Paper

Berani-beraninya Pacari Ibu, Tukang Batu Dibabat Golok

Selasa, 30 Juni 2020 - 07:30

JIKA ibunya pacaran dengan anggota DPR apa dokter, Cedin, 20, pastilah bangga. Tapi ibunya malah pacaran dengan tukang batu (bangunan), ya malu dong. Apa lagi Jumali, 37, suka apel sembarang waktu. Lantaran ditegur Cedin tak pernah digubris, habis ngapeli sang ibu Jumali langsung dibabat golok, ya ambruklah.

Menjadi janda di usia muda memang bisa timbulkan banyak masalah. Masalah perut dan yang di bawah perut saling bertabrakan. Sijanda ingin kawin lagi dengan tujuan ganda, ya masalah ekonomi (perut) dan biologis (bawah perut). Tapi anak-anaknya suka tak mengizinkan. Apa lagi jika si ibu cari kekasih sembarangan, asal tubruk saja tanpa lihat status, tentu anak-anak jadi malu.

Ny. Hindarti, 40,  warga Puloampel Serang, sejak 3 tahun lalu hidup menjanda setelah ditinggal mati suami. Kebetulan dia berwajah lumayan cantik, maka tak mengherankan .banyak yang mau mengakuisisinya. Almarhum bapaknya dulu seorang PNS, sehingga kalau kawin lag otomatis hak pensiun istrinya hilang.

Cedin sebagai anak tertua, dia mulai mengontrol hasrat ibu. Sebetulnya dia lebih nyaman ibu tetap menjanda saja, toh ada dana pensiun ini. Tapi Ny. Hindarti kan tak hanya butuh urusan perut saja, yang di bawah perut juga perlu perhatian. Ini namanya pemerataan rejeki.

Kalau itu masalahnya, ya sudah. Tapi sebisa mungkin cari lelaki yang bonavid, misalkan anggota DPR-DPRD kek, atau dokter, atau paling apes mantri kesehatanlah.

Maksudnya, meski hak pensiun dicabut, tapi masih dijamin oleh suami baru. Sayangnya, persyaratan semacam itu tak mudah dilaksanakan. Tokoh alternatip yang masuk justru duda tukang bangunan!

Bayangkan, target jodoh ibunya tergradasi. Maunya tukang bikin undang-undang, kok calon ayah tirinya malah tukang bikin bangunan. Dilihat pakai waterpas pun juga tak seimbang dengan status ibunya.

 Lagi pula, penampilan Jumali juga tak meyakinkan. Badan kerempeng, pantat ngelot. Kalau kayu bisa didempul, atau kalau ketebalan (gemuk), bisa diserut, lha ini Jumali misalkan diserut tinggal apanya?

Cedin sudah menyarankan, agar jangan meladeni Jumali. Tapi ibunya tak peduli, bahkan diam-diam tukang batu itu sering main ke rumah malam hari. Jangan-jangan keduanya suka berbuat mesum. Maklumlah, ibu lama menjanda tentunya butuh kehangatan malam.

Lama-lama Cedin jengkel, karena tetangga mulai menggunjingkan. Maka ketika Jumali sedang mengerjakan bangunan di rumah tetangganya, langsung disamperi dan dibacok kaki dan punggungnya. Tentu saja Jumali dilarikan ke rumahsakit, sementara Cedin ditangkap. “Saya malu ibuku pacaran dengan tukang batu.” Kata Cedin di depan polisi.

Biar tukang batu, “gagang” cethok (sendok pasir)-nya gede lho Din. (RB/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->