Download E-Paper

Indahnya Seiring Sejalan

Senin, 29 Juni 2020 - 07:00

Oleh Harmoko

KITA sering mendengar istilah “ seiring sejalan”. Kata ini dipakai sebagai upaya  menyatukan visi dan misi, menyamakan persepsi, menyinkronkan kebijakan dalam beragam program yang dijalankan agar tidak saling berseberangan satu sama lain, apalagi bertabrakan.

Seiring dan sejalan sejatinya memiliki makna yang tak jauh berbeda. Seiring itu sinonim sejalan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seiring berarti bersama–sama berjalan, seperjalanan atau bersamaan. Sedangkan sejalan berarti sama jalannya (arahnya, tujuannya); setujuan; seiring setujuan (tentang pikiran, kemauan dan tujuan).

Beragam program dikatakan seiring sejalan jika saling beriringan dengan tujuan yang sama, yang hendak disasar sama, target yang hendak dicapai juga sama. Meski terdapat beragam teknik dan kebijakan yang digulirkan, begitu pun banyak institusi yang terlibat di dalamnya, tetapi arah, tujuan, sasaran dan target yang hendak dicapai sama.

Memang, tidak dapat dipungkiri dalam pelaksanaan program kerja di lapangan kadang tak sejalan antara yang satu dan lain, meski tujuan yang hendak dicapai sama. Sebut saja program pengentasan kemiskinan. Ada yang memprioritaskan kepada bantuan langsung tunai, lainnya mengutamakan pemberian ketrampilan, pihak lain lagi memberikan modal kerja.Tentu dengan argumentasi masing-masing.

Dalam kondisi normal, tak terlihat perbedaan karena tujuan yang hendak dicapai sama. Semuanya dapat berjalan beriringan, tetapi pada situasi tidak normal – emergency, sedikit saja tidak sejalan dengan keadaan dan harapan masyarakat, akan sangat mudah terlihat. Maka harus memilih bagian mana yang lebih diprioritaskan.

Boleh jadi semuanya prioritas, tetapi pelaksanaan harus tetap terpadu dalam satu gerak langkah yang sama dan nyata. Tidak boleh saling berseberangan.

Dalam konteks menuju tata kehidupan baru – sering disebut “New Normal” beragam kebijakan wajib disinkronkan.

Masing-masing boleh saja jalan sendiri-sendiri sesuai tugas dan kewenangan yang diberikan. Tetapi ingat! Kondisi sekarang bisa kita sebut emergency, sehingga memerlukan penanganan yang emergency juga sifanya.

Penanganan pandemi Covid–19 adalah emergency. Segera bebas dari pandemi adalah urgen. Karenanya, semua pihak perlu ikut peduli, bersatu padu mencegah tersebarnya virus Corona. Segala daya upaya harus dikerahkan agar negeri kita segera terbebas dari pandemi.

Tak jauh beda, pemulihan perekonomian sebagai dampak dari pandemi juga menjadi emergency. Penanganannya juga membutuhkan prioritas. Terlambat memulihkan, akan berdampak lebih buruk terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di tengah pandemi belum menyingkir dari negeri ini.

Makna yang hendak disampaikan adalah bagaimana menjaga jangan sampai daya tahan masyarakat tambah melemah karena kian sulitnya memperoleh penghasilan lebih. Jangan sampai yang semula sehat menjadi ringkih karena melemahnya kekuatan ekonomi keluarga untuk dijadikan penopang hidupnya.

Di sisi lain, jangan pula jumlah warga yang terpapar Covid-19 atau meninggal sebagai korban terus bertambah karena penanganan lalai dan kurangnya disiplin terhadap standar protokol kesehatan dan sebab lain terkait dengan penanganan kesehatan masyarakat.

Penanganan kesehatan masyarakat dan pemulihan perekonomian adalah dua hal yang sangat urgen dan emergency. Keduanya sama pentingnya ditangani dengan segera, serentak dan terintegrasi.

Penanganan kepada dua hal inilah yang selalu harus “seiring sejalan”.  Harus seiring setujuan. Sama arahnya, sama tujuannya , sama maksudnya dan sama targetnya.

Kebijakan yang digulirkan baik di tingkat pusat maupun tiap-tiap daerah harus sejalan dan sehaluan. Ini menuntut para pengambil kebijakan untuk sepaham dan sependirian terkait penanganan kedua hal tadi. Begitu pun pelaksanaan di lapangan harus serasi, selaras dan senapas.Bukan saling menyalip, saling mendahului karena ingin mendapatkan pengakuan lebih. Lebih cepat, lebih baik dan lebih segalanya, meski mengorbankan teman sejawat atau merugikan pihak lain.

Dalam situasi urgensi seperti saat ini, hendaknya masing-masing pihak, lepaskan ego sektoral.

Alangkah indahnya jika semua kebijakan dapat seiring sejalan, bukan seiring beda jalan, sejalan beda arah, apalagi tanpa arah.(*).

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->