Download E-Paper

Karena Ludah Windra Setitik Bisa Rusak Bakso se Ibukota

Sabtu, 27 Juni 2020 - 08:35

ERA milenial begini masih ada orang percaya dukun. Windra Suherman, 21, jadi urusan polisi karena meludahi bakso jualannya sebagai penglaris. Dia tak tahu CCTV ada di mana-mana. Gara-gara ulahnya bisa rusak sejenak nama pedagang bakso se-Ibukota.

Ludah itu menjijikkan, sehingga orang diludahi bisa tersinggung. Tapi beda lagi dengan ludahnya kiyai atau dukun supit (khitan). Olesan ludah kiyai yang diiringi doa komat-kamit, bisa menyembuhkan penyakit. Bahkan dukun khitan juga mengolesi luka khitan pasiennya dengan ludah.

Dalam dunia anak muda, pacaran sampai “tukar ludah” itu terjadi ketika ciumannya kelewat hot. Padahal kata dokter, pertukaran ludah itu sama saja menstransver 278 jenis bakteri ke pasangannya. Apa lagi musim Corona begini, berciuman kelewat hot jadi perantara efektif Covid-19.

Bagaimana dengan ludahnya tukang bakso cunkai ala Windra Suherman? Ini baru saja viral di medsos. Gara-garanya, dia percaya omongan dukun Joko –tapi jelas bukan Joko Bodo– bahwa agar baksonya laris, ludahi saja setiap mangkok untuk konsumen. Maka saat meracik bakso pesanan pelanggan, dia mencuri-curi untuk meludahi semangkok bakso itu sebelum dihidangkan ke pembeli.

Tapi Windra lupa bahwa sekarang ini CCTV ada di mana-mana. Ketika dia jualan di Kembangan Jakarta Barat, aksi jorok dan jahatnya itu terekam oleh CCTV. Pembeli yang bukan orang sumbu pendek, membayar saja tapi tak dimakan. Namun beberapa saat kemudian dia unggah ke medsos.

Gemparlah masyarakat penggemar bakso. Tukang bakso itu diperiksa di Polsek Kembangan, awalnya berkelit hanya meyakinkan sudah diberi sambel belum karena kondisi gelap. Tapi setelah dicecar pertanyaan berdasarkan videonya, dia akhirnya mengaku bahwa aksi peludahan itu untuk penglaris, karena ini menurut petunjuk bapak dukun.

Dia mengaku ke dukun seminggu lalu. Jika sudah 5 hari saja meludahi bakso-baksonya, berapa orang saja yang jadi korban kejahatan Windra? Seandainya dia mengidap Covid-19 yang masuk kategori tanpa gejala, berapa orang yang bakal ketularan. Semoga saja tidak separah itu.

Yang jelas ulah Windra ini salah-salah bisa merusak pasar perbaksoan keliling di Ibukota, meski hanya sejenak. Konsumen jadi tak mau membeli bakso gara-gara ludah setitik Windra. Bisa saja orang yang beli bakso Windra 3-4 hari lalu, tapi baru muntah sekarang gara-gara bakso Windra viral di medsos. – gunarso ts

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->