Download E-Paper

Cewek Kok Belajar Tinju, Akhirnya Dijab Pak Guru

Kamis, 25 Juni 2020 - 07:30

ABG generasi sekarang memang suka aneh-aneh. Seperti Titin (bukan nama sebenarnya) (16) ini misalnya, anak perempuan kok belajar tinju. Giliran ketemu guru macam Hermanto (35) dia kena “jab” perutnya berulangkali sampai “bengkak”. Karena Pak Guru celamitan itu tak mau tanggungjawab, akhirnya digelandang ke Polres Karanganyar.

Sesuai kodratnya, anak perempuan itu mestinya hobi masak, potong baju. Kalau olahraga ya volley, tenis meja atau badminton. Jika perempuan kok belajar tinju, rasanya jadi aneh. Bagaimana dia harus memperbesar otot-ototnya? Apakah juga harus latihan halter? Badanmu nanti bisa seperti katak hijau yang siap dibikin swike.

Titin warga Mojogedang Kabupaten Karanganyar Solo, agaknya anak tomboy. ABG kelas I SMA itu tenyata demen belajar tinju. Padahal postur tubuhnya biasa saja, tidak keker dan padat berisi. Jika jadi petinju, kira-kira masuk kelas bantam atau kelas bulu….ketek ya?

Dia lalu konsultasi pada guru olahraganya di sekolah. Pak Hermanto ternyata memberinya semangat dan siap melatihnya karena lulusan STO sehingga tahu teorinya. Benarkah dia tulus melatih tinju untuk Titin? Faktalah yang akan menentukan kemudian.

Terus terang, bukan terang terus kayak iklan lampu neon, sejak awal Pak Guru sudah kesengsem pada Titin yang termasuk cantik di kelasnya itu. Namanya saja sudah mengingatkan pada bintang film tahun 1960-an, Titien Sumarni. “Dan namaku Hermanto, siapa tahu nasibku seperti Bambang Hermanto bintang film itu,” kata batin Hermanto.

Ketika Titin Sumarni -Bambang Hermanto berkiprah di layar perak, tentu saja Hermanto van Sragen ini belum diproduksi, masih di pucuk pring kata orang Jawa. Tapi dari tayangan Youtube dan buku-buku, Pak Hermanto sedikit banyak tahu debut artis masa lalu itu. Dan kini dengan Titin dia berharap, bukan main film tapi ada adegan ranjangnya.

Pak Guru tak mau mengajari tinju Titin di sekolah, dia mengajak muridnya ke tempat khusus, ke daerah yang sepi tapi sangat romantis. Maka setelah beberapa kali latihan tinju di tempat yang sama, yang dibawa Hermanto bukan lagi sansak tinju, melainkan kasur tipis. Katanya untuk tidur-tiduran ketika kelelahan.

Yang terjadi kemudian, ketika tidur-tiduran bersama, Pak Guru tangannya mulai geratakan, dan pada sekian menit kemudian Hermanto mengajak Titin untuk berhubungan intim bak suami isrti. Karena si murid juga mulai terangsang, akhirnya Titin bisanya ya bertekuk lutut dan berbuka paha pada akhirnya.

Sejak itu Hermanto jadi ketagihan, asal habis latihan tinju Titin “dijab” bagian perutnya dan lamalama…..halim. Tentu saja orang tuanya minta tanggungjawab. Tapi Hermanto malah kabur-kaburan. Soalnya dia sudah punya bini, bagaimana mau poligami jika keuangannya tak mengijinkan.

Habis kesabaran orang tua Titin, dan Hermanto pun dilaporkan ke Polres Karanganyar. Pak Guru olahraga yang tadinya gagah, rosa-rosa macam Mbah Marijan, kini terkulai lemas di kantor polisi, ibaratnya ayam sayur siap potong.

Kalau tahinya sudah putih, harus pagi-pagi bawa ke pasar. (sp/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->