Download E-Paper

​​​​​​​Meski Sudah Mengaku Jujur Masih Dipaksa Masuk Kubur

Rabu, 24 Juni 2020 - 07:30

NASIB Hamdi (21), dari Indragiri (Riau) ini sungguh kasihan. Dia sudah minta maaf dan dengan jujur mengakui pernah selingkuh dengan istri Dendi (25). Tapi Dendi tetap saja sakit hati, tiga tusukan pisau dapur ke dada, menyebabkan Hamdi tewas seketika. Dengan gagahnya Dendi menyerahkan diri ke polisi.

Di mana pun soal mengacak-acak bini orang, berat resikonya. Jika sekadar masuk penjara, itu masih lumayan, karena masih ada nyawa di kandung badan. Tapi jika sampai masuk kubur, itu kan pertanda nyawa telah lepas dari badan. Lihat pemberitaan koran dan internet, berapa saja orang dibunuh gara-gara menzinai istri teman sendiri. Ironis kan, enaknya nggak seberapa, tapi langsung selesai sebagai warga dunia.

Hamdi warga Desa Seresam, Kecamatan Saberida, Kabupaten Indragiri Hulu, satu pekerjaan dengan Dendi, sebagai buruh peternak burung wallet. Berangkat dan pulang kerja selalu bareng. Hamdi masih bujangan sementara Dendi sudah punya istri. Karena sering mampir ke rumah Dendi, Hamdi pun jadi kenal baik sama istrinya.

Dari segi penampilan, Hamdi memang lebih cakep ketimbang Dendi. Di sinilah istri Dendi yang bernama Atikah (22),  itu mulai tertarik pada Hamdi. Rupanya buruh pemetik air liur wallet itu juga ngiler melihat kecantikan istri Dendi. Bila sudah terjadi koalisi, ke mana lagi kalau bukan eksekusi?

Entah berapa kali Hamdi mengeksekusi Atikah, tak pernah dihitung. Yang jelas lama-lama Dendi mendengar aksi perselingkuhan istrinya itu. Sudah barang tentu dia marah besar. Tapi karena bukan golongan sumbu pendek, emosinya tak dikeluarkan semua. Hanya ditahan saja, sambil merencanakan, kapan-kapan harus membunuh Hamdi.

Hubungan Hamdi-Dendi tak berubah, mereka masih jalan bareng, dan suka berkelakar ledek-ledekan. Sampai kemudian beberapa hari lalu. Pas istirahat Dendi iseng-iseng bertanya pada Hamdi, apakah benar pernah selingkuh dengan istrinya. “Ngaku saja, saya nggak papa kok.” Kata Dendi.

Meski tergagap, akhirnya Hamdi mengakui sambil meminta maaf karena pernah “menjajal” miliknya. Tapi nggak tahunya, sambil ngobrol Dendi mengeluarkan pisau dari tas dan langsung diayunkan 3 kali ke dada temannya tersebut. Serangan tak terduga itu coba dihindari dengan mencoba berlari. Tapi hanya beberapa langkah langsung ambruk dan tewas.

Sementara teman sepekerjaan ramai-ramai menolong korban Hamdi, Dendi dengan santainya menyerahkan diri ke Polsek Saberida sambil membawa barang bukti pisau masih berdarah. "Lapor Pak, saya baru saja bunuh orang,” katanya datar sambil menyerahkan pisau maut tersebut.

Pembunuh berdarah dingin sedang unjuk gigi. (kc/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->