Download E-Paper

Kepergok Keloni Bini Orang Pak Lingga Ditantang Caruk

Senin, 22 Juni 2020 - 07:30

DI LUMAJANG (Jatim), urusan wanita nyawa taruhannya. Tapi Pak Lingga (50), rupanya tak peduli. Bini teman sendiri, Basiron (48), dikeloni juga pas suami tak di rumah. Begitu kepergok, Pak Lingga pun ditantang duel bersenjata celurit. Untung caruk ini tak sampai korban jiwa, karena polisi segera melerai.

Urusan wanita atau istri diganggu tetangga sendiri, itu banyak terjadi di mana-mana. Tapi di Madura, risikonya bisa kehilangan nyawa ketika suami menantang caruk. Meski salah pihak pebinor (perebut istri orang), merasa gengsi kalau tak berani. Maka duel satu lawan satu bersenjata celurit itu bisa terjadi. Jika dilerai tetangga atau polisi, bisa tak berakibat fatal. Tapi jika tak ada yang memisah, bisa satu atau dua-duanya tewas!

Pak Lingga warga Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, rupanya sosok yang suka berviveri-vericoloso (nyerempet bahaya), sudah tahu Sakenah (40) itu bini teman sendiri di lain desa, kok ya ditelateni. Padahal sebagaimana di Madura, di Lumajang urusan wanita juga bisa dibayar dengan nyawa. Apa jawab Pak Lingga, “Itu kan kalau ketahuan, saya mainnya rapi kok.”

Begitulah, sejak beberapa minggu lalu Pak Lingga jadi aktivis permesuman. Jika situasinya mantap terkendali, dia menyempatkan diri ke rumah Sakenah untuk melampiaskan syahwat. Bini Basiron ini mau saja, karena ternyata Pak Lingga memang ahlinya ahli dan intinya inti dalam soal begituan.

Basiron itu dalam bahasa Arab artinya melihat, tapi suami Sakenah itu justru selalu tak melihat ketika istrinya berbuat mesum. Maklumlah, istri kan manusia yang tak bisa dipasangi speedometer. Kalau sepeda motor dipakai sampai mana pasti ketahuan, karena angka di speedometer pasti terus nambah sesuai pemakaian. Lha kalau orang, dipasang speedometer, kabelnya mau dicolok ke mana?

Demikianlah, Pak Lingga terus rajin ke rumah Sakenah di kala suami tak di rumah. Lalu tetangga ada yang menginformasikan, agar Basiron meningkatkan kewaspadaan nasionalnya, karena Pak Lingga suka datang ketika suami Sakenah tak di rumah. “Silaturahmi memang bagus, tapi kalau yang disilaturohmii hanya istrimu, itu kan mencurigakan,” kata tetangga.

Betul juga kata tetangga ini. Silaturahmi memang bisa memperpanjang usia, tapi jika silaturohminya model Pak Lingga, bisa-bisa malah memperpendek usia. Maka Basiron lalu mencoba menjebaknya. Dia pulang lebih cepat dari biasanya. Dan ternyata benar, Pak Lingga sudah ada di kamar pribadinya. Tapi belum sempat ditanya, si Lingga sudah kabur duluan.

Curiga bahwa mereka telah berhubungan intim, Basiron mencecar istrinya dengan sejumlah pertanyaan. Ternyata dia mengakui bahwa sudah 3 kali berbuat mesum dengan Pak  Lingga. Langsung saja Basiron ambil celurit dan menyusul ke rumah Lingga untuk menantang duel sesama lelaki. Sadumuk bathuk senyari bumi (istri dan tanah dibela sampai mati), kata orang Jawa.

Malu dianggap penakut, Pak Lingga pun meladeni. Mereka dual dengan senjata celurit. Tapi baru berjalan beberapa menit, warga dan polisi sudah datang melerai, sehingga aksi caruk itu tak berlanjut. Namun demikian keduanya sudah sama-sama luka dan dilarikan ke Rumah Sakit.

Telat sedikit masuk Rumah Cungkup alias kuburan. (kt/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->