Download E-Paper

Begitulah Manusia, Tak Ada Puasnya

Senin, 22 Juni 2020 - 10:16

MANUSIA itu kebanyakan nggak pernah puas. Banyak contoh, tuh lihat para artis, sudah punya rumah mewah puluhan miliar kepingin nambah yang harganya lebih tinggi. Mobil mewah berentet di garasinya, nggak kehitung. Tapi, begitu ada mobil mewah keluaran baru, langsung membeli. Terus pamer deh sama kawannya.

Sang kawan yang tajir melintir juga nggak mau kalah. Gue juga bisa beli, emang lu doang yang punya uang? Langsung saja, ke dealer dan memboyong mobil mewah yang harganya bisa buat makan orang sekampung!

Itulah manusia punya satu mau dua, tiga dan seterusnya. Nggak ada puas-puasnya. Kata UAS, seperti orang meminum air laut, haus terus. Dan seandainya kau sudah diberi emas segunung  ketika melihat emas segunung di sampingnya, pasti ingin memilikinya lagi. Betapa serakahnya.

Tapi, jangan salah sangka, ada juga manusia yang kemudian jenuh dengan kekayaannya yang melimpah. Bayangkan saja dengan kekayaannya itu, ada yang nggak bisa tidur karena takut harta karunnya dirampok, diambil orang. Atau bisa juga keselamatan dirinya terancam?

Maka tak sedikit orang yang menyatakan bosan dengan kekayaannya dan ingin menjadi orang yang tanpa dibebani harta. Syukur kalau mereka sadar menyumbangkan atau menghibakan hartanya tersebut, ya? Beberapa waktu lalu viral, ada seorang yang tajir dan menjual rumah dan harta lainnya, lalu disumbangkan pada fakir miskin. Momen itu terjadi ketika Ramadan lalu.

Kabarnya, seorang pengacara ibukota yang kondang dan tajir melintir juga sudah bosan dengan kehidupannya yang bergelimang harta.

Mudah-mudahan hatinya tergerak, menghibahkan sebagian hartanya untuk warga yang nggak mampu. Begitulah seharusnya, kalau mau tenang, Bung! (massoes)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->