Download E-Paper

Kencan Bersama Istri Paman Sekali Bacok Masuk Kuburan

Jumat, 19 Juni 2020 - 07:30

JIKA seks dijadikan panglima, Marwanto, 45, jadi mata gelap. Kamtini, 40, istri paman sendiri, Kundoro, 54, kok dikencani sekian lama. Begitu tahu skandal ponakan dan istrinya, Kundoro jadi ikutan mata gelap. Marwanto dicegat di jalan, dan sekali bacok pakai celurit langsung masuk kuburan!
    
Secara naluri, paman selalu sayang pada ponakan. Bahkan  suku Minang punya adat, ponakan menjadi tanggungjawab paman. Namun betapa sayangnya paman pada ponakan, jika si ponakan berbuat celamitan, si paman jadi bertindak tegaan. Lebih-lebih jika urusannya ranah peranjangan, tak peduli ponakan sendiri harus diberi pelajaran, kalau perlu dibikin masuk kuburan.
    
Kundoro warga Pasirian, Lumajang (Jatim), sebetulnya sayang pada ponakannya, Marwanto. Kalau bepergian, oleh-oleh selalu dibawakan untuk ponakannya. Dan setelah sama-sama dewasa, jika Kundoro pergi ke luar kota sampai beberapa hari, dia suka titip agar istrinya ditemani di rumah.
    
Nah, ya di sinilah masalahnya. Kamtini istri Kundoro ini usianya terpaut 14 tahun dengan suami. Karenanya dalam urusan nafkah batin, Kundoro cenderung kepontal-pontal (kedodoran). Maunya istri 2 kali seminggu sesendok makan, kemampuan Kundoro tinggal 2 kali sebulan sesendok makan. Usia memang belum kepala enam, tapi Kundoro tidak lagi rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Nah, di kala Marwanto diminta menemani istrinya saat Kundoro bepergian lama, setan diam-diam menyelinap masuk. Kebetulan Kamtini ini memang masih nampak gersang (seger dan merangsang), sekaligus STNK (Setengah Tuwa Ning Kepenak). Maka setan mulai mengomporinya. “Bego amat sih lu, ada barang bagus begitu kok dianggurin. Kalau aku bukan setan, sudah saya pakai sendiri,” kata setan pada Marwanto.

Provokasi setan itu termakan oleh Marwanto, sehingga dia mulai berani senggal-senggol pada bibi sendiri. Dasar Kamtini juga jarang disentuh, maka langsung saja makserrrrr……. Akhirnya Marwanto benar-benar menemani tidur dalam arti sebenarnya. Bukan hanya menemani, tapi ditiduri sekalian sampai Kamtini merem melek. “Aku sudah jarang baginian lho Mar….,” kata sang bibi.

Sejak itu, meski Kundoro tak pergi lama keduanya suka mencuri peluang untuk memuaskan syahwat. Ini terjadi bukan hanya sebulan dua bulan, tapi bertahun-tahun. Dan karena pelayanan Marwanto memang istimewa, pakai telur pula, Kamtini tak pernah lagi berharap dari pasokan resmi dari suami. Tapi kadang-kadang dapat dobel juga, dari Marwanto dapat dari Kundoro dapat, persis pembagian Bansos Covid-19 di Jakarta.
Tapi lama-lama paket “bansos” urusan syahwat ini ketahuan Kundoro. Dicek pada isrtri, Kamtini juga mengakui. Maka Kundoro tak lagi memandang Marwanto sebagai ponakan sendiri, tapi sebagai musuh dalam rumahtangganya. Maka diam-diam dia mulai ngasah clurit, Kundoro memang hendak mengeksekusi ponakan kurang ajar itu.

Maka ketika Marwanto pas naik sepeda motor, langsung dicegat. Dikira ada apa, ponakan itu berhenti. Tapi begitu tahu Kundoro bawa celurit, dia mencona lari. Tapi telah, celurit itu kadung mampir di punggungnya. Langsung ambruk mandi darah! Warga mencoba melarikan ke RSUD Lumajang, tapi karena kehabisan darah akhirnya Marwanto wasalam. Selingkuh ketagihan, akhirnya masuk kuburan. (BJ/Gunarso TS)
 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->