Download E-Paper

DPD RI Minta Mendag Tidak Jor-joran Impor Sayur Mayur

Jumat, 19 Juni 2020 - 13:35
Pedagang sayur mayur di salah satu pasar tradisional di Jakarta..

JAKARTA - Indonesia selayaknya tidak impor sayur-mayur. Namun sebaliknya sebagai negara agraris negara ini seharusnya bisa menjadi pengekspor sayur mayur. 

Karenanya , Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin mengingatkan Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto tidak Jor-joran impor barang dari luar negeri. Apalagi impor jenis sayuran dan bawang.

"Dalam kondisi Covid-19 ini, kita minta Pemerintah mengurangi impor termasuk bawang dan sayuran. Saya sudah sampaikan ke Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto, saat rapat dengan Pimpinan DPD," ujar Sultan, Jumat (6/18/2020).

Sultan mengatakan, impor sayuran berdasarkan data BPS tahun 2019  mengalami kenaikan. Jenis sayuran yang terbesar adalah bawang putih, bawang merah, dan kentang industri. "Komoditas ini adalah masuk dalam kelompok aneka sayuran," urainya. 

Selain soal barang impor lanjut Sultan, dalam rapat tersebut tersebut juga dibahas mengenai nasib petani sawit dan karet. "Kita ingin ada upaya lain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku nabati selain kelapa sawit," katanya. 

Sultan  menilai, harga komoditas karet dalam negeri dalam lima tahun terakhir masih terpuruk. Hal ini ia sampaikan langsung kepada Mendag Agus Suparmanto agar pemerintah mampu menemukan solusi. "Walaupun pemerintah sudah berupaya untuk membeli dan menyerap karet petani, Sultan menilai pemerintah memang harus lebih serius mengurusi masalah ini," katanya (rizal/ruh)

 

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->