Download E-Paper

Regulasi Zona Transportasi Tak Sebatas Formalitas

Jumat, 12 Juni 2020 - 06:00

AKTIVITAS ekonomi masyarakat sejak awal pekan ini mulai menggeliat. Meski baru menuju normal, tetapi terdapat peningkatan yang cukup signifikan.

Lalu lintas kendaraan bermotor terlihat mulai padat di sejumlah ruas jalan dari Bodetabek menuju Jakarta. Jalan tol dalam kota pada pagi hari cukup padat, khususnya mobil pribadi.

Ini pertanda aktivitas perkantoran, industri dan perdagangan, barang dan jasa mulai berjalan membaik di masa transisi menuju New Normal.

Kita berharap di masa transisi ini aktivitas sosial ekonomi dapat berjalan dengan tetap memperhatikan protokal kesehatan yang ketat. Dalam artian setiap warga masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan Covid – 19 sebagaimana telah ditetapkan pemerintah, bukan protokol sesuai selera pribadi.

Seiring dengan kian meningkatnya aktivitas masyarakat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum, perlu diatur lebih lanjut ketentuan dalam berkendaraan di masa transisi.

Pemerintah bertindak cepat, melalui Kementerian Perhubungan telah diterbitkan sejumlah regulasi untuk melindungi pengguna jasa menjelang masa tata kehidupan baru  terkait pencegahan wabah Covid-19.

Petunjuk teknis penyelenggaraan transportasi darat tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2020.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan secara rinci ketentuan menggunakan kendaraan bermotor.
Di antaranya, bagi pengguna mobil pribadi dianjurkan menyemprot disinfektan pada bagian luar dan interior kendaraan.

Begitu pun penumpang yang akan bepergian wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Misalnya, jika mobil digunakan bersama dengan orang lain yang berasal dari zona merah dan oranye, maka maksimum kapasitasnya 50 persen.

Jika kendaraan berasal dari zona kuning dan hijau, maksimal kapasitasnya 75 persen. Kapasitas 100 persen diizinkan bila mobil akan digunakan berasal dari rumah yang sama.

Bagaimana dengan pengguna sepeda motor? Dapat membawa penumpang bila berasal dari rumah yang sama, namun sepeda motor hanya dapat digunakan untuk 1 orang.

Pengguna sepeda motor tidak boleh membawa penumpang dari luar rumah jika untuk di zona merah dan zona oranye.

Lian halnya untuk zona kuning dan zona hijau maka sepeda motor dapat membawa penumpang yang berasal dari rumah yang berbeda.

Khusus ojek online? Perusahaan wajib menyediakan pos kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, hand sanitizer dan pengukur suhu.

Tidak itu saja. Perusahaan aplikasi agar menyediakan penyekat antara penumpang dan pengemudi serta menyediakan tutup kepala (haircap).

Pengemudi harus menggunakan masker, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan hand sanitizer.
Bagi penumpang disarankan membawa helm sendiri.

Kita berharap aturan teknis regulasi berkendaraan seperti disebutkan tadi, hendaknya dipatuhi semua pihak.

Regulasi tak sebatas pengakuan formalitas, tetapi realitas kepatuhan setiap warga negara yang taat norma dan etika.

Taat terhadap aturan negara yang tentu saja untuk kebaikan dan keselamatan serta kepentingan semua pihak. Bukan kepentingan orang perorang atau segolongan. (*).

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->