Download E-Paper

Ditinggal Mengikuti Arisan Bini Diseroboti Kepala Dusun

Rabu, 10 Juni 2020 - 07:30

BILA Kadus (Kepala Dusun) nyerobot tanah warga, itu masih masuk akal. Tapi Kadus Padmo (50), dari Bantul (DIY) ini justru nyerobot “sawah sepetak” milik Ny. Srini (40), saat suaminya mengikuti arisan. Saat digerebek warga, Pak Kadus mencoba kabur, tapi sial motornya diamankan warga.

Jabatan Kadus itu tak ubahnya Kades, dia sangat dihormati warga. Sebagai pejabat desa, seperti Kades dia harus juga menjadi suri teladan bagi warganya. Tindak tanduk dan budi pekertinya harus terukur, jangan sampai bikin malu. Tapi namanya orang yang biasa “new normal” dengan setan, ada saja Kadus yang mengorbankan jabatannya demi kenikmatan sesaat. Setelah jabatan baru menyesal, tapi semuanya sudah terlambat.

Padmo sudah beberapa waktu lamanya menjadi Kadus di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Tentu saja dia sangat hafal dengan seluruh warga dusun itu. Si A rumahnya sebelah mana, kerjanya di mana. Semua sudah ngelotok di luar kepala. Apa lagi sekarang sudah ada HP smartphone, jika ada instruksi Pak Kades tinggal disebar lewat WA, serta merta jalan.

Tapi ada salah satu warganya yang sangat dihafali oleh Kadus Padmo sampai detil. Dia tak hanya tahu suaminya siapa, anaknya berapa, tapi sampai fisiknya juga hafal. Misalnya punya tai lalat di mana saja, kerutan di perutnya ada berapa, Padmo bisa menjawab dengan tepat. Kenapa sampai begitu detil dan akurat sih?

Ssst, asal tahu saja ya….., Padmo begitu hafal data pribadi Ny. Srini, karena wanita itu sudah beberapa waktu lamanya menjadi rekanan mesumnya. Nah, ketika sedang mesum itulah, keduanya saling buka data. Walhasil, Padmo tahu dalemannya Srini, tapi Srini juga paham dalemannya Kadus Padmo.

Kenapa Ny. Srini mau berbagi asset dengan Pak Kadus. Karena Pak Kadus memang sembada (konsekuen). Antara benggol dan bonggol berjalan seiring. Maksudnya, selalu dapat pelayanan ranjang karena Pak Kadus juga tidak sayang dengan uang. Setiap kencan dengan Srini, tak lupa memberikan sejumlah uang yang diselipkan di antara gunung Merapi dan Merbabu.

Konon di Sanden itu ada pabrik AC mobil, sehingga wajar saja di rumah Pak Kadus sering kedinginan. Untuk mencari yang anget-anget, obatnya ya ketemu Srini itulah. Seperti yang terjadi belum lama ini, dapat info bahwa suami Srini pergi arisan ke luar desa antara pukul 16.00 hingga 19.00, Pak Kadus pun merapat ke rumah Srini.

Sudah menjadi tradisi Pak Kadus, setiap mau merapat ke rumah Srini, pastilah mampi dulu ke warung dekat rumah Srini. Selain ngopi sekalian memantau situasi, benar-benar aman terkendalikah? Dan ternyata memang aman, maka sepeda motor pun dituntun ke rumah Srini dan diparkir di tempat yang tidak mencurigakan.

Tapi faktanya, warga justru curiga kenapa Pak Kadus sering ke rumah Srini ketika suami tak di rumah? Maka malam itu warga nekat mengintipnya. Ya ampun, nun jauh di seberang sana, tampaklah Pak Kadus sedang bergulat dengan Ny, Srini. Bini Sarwono (43), itu ditelikung sampai tak bisa berkutik.

Tiba-tiba warga menggedor-gedor pintu. Kadus Padmo segera kabur dengan loncat jendela, untuk ambil sepeda motornya. Tapi sudah nggak ada itu barang. Maka dengan mudah Kadus Padmo diserahkan ke Pak Kades untuk disidangkan. Dalam sidang itu terungkap bahwa Srini mau mesum dengan Pak Kadus karena ingin punya anak. “Saya siap membiayai jika Srini hamil,” kata Pak Kadus.

Biaya dari mana, kan sudah dicopot jabatannya. (idn times/gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->