Download E-Paper

Heboh Tengkorak Selir Prabu Siliwangi: Pemilik Lahan Mimpi Bertemu Wanita Jelita

Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:01
Ustaz Rafi Almuniri menunjukkan lokasi galian septic tank berisi tulang belulang wanita yang diduga dari zaman Belanda. (angga)

BOGOR – Heboh! Tulang belulang jasad diduga Nyai Siti, dayang Prabu Siliwangi, ditemukan di septic tank halaman rumah warga. Warga yakin tulang belulang itu bagian dari kerangka salah satu selir Sri Baduga Maharaja, Raja Kerajaan Pajajaran. Karena ditemukan juga tusuk konde, cermin, dan uang koin kuno Kerajaan Belanda pada tahun 1837.

Tengkorak Nyai Siti bersama benda-benda kuno peninggalan zaman penjajahan Belanda ditemukan Ustaz Raffi Al-Muniri saat  menggali septic tank di halaman rumahnya di Kampung Cigorowong, Cileungsi, Kab. Bogor, Kamis (28/5/2020). Ustadz Raffi meyakini, tulang belulang  itu adalah jasad Nyai Siti.

Keyakinannya itu diperkuat dengan ditemukannya uang koin kuno Kerajaan Belanda, tusuk konde, cermin dan uang koin kono Kerajaan Belanda di sekitar tulang belulang tersebut. Memastikan keyakinannya itu Ustaz Raffi bersama keluarga mengundang rekannya dan seorang anak remaja untuk dimediasi berkomunikasi dengan makhluk gaib.

“Bersama rekan ustaz dan mediator remaja tetangga, kami mendapat keterangan, pemilik jasad tersebut adalah perempuan bernama Nyai Siti. Dia disebut-sebut seorang dayang Prabu Siliwangi dari Raja Kerajaan Pajajaran yang dibunuh tentara Belanda,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Ustaz Raffi menyakini, keterangan tersebut benar-benar asli karena remaja yang menjadi mediator, tidak bisa berbahasa Sunda. Ketika ‘kerasukan’ ia berbicara bahasa Sunda. Sementara Nyai Siti sendiri semasa hidup berbahasa Sunda halus atau Priangan.

“Dari mediasi itu pula, keinginan almarhumah, tulang belulang jasadnya minta kami sempurnakan lalu dilakukan penguburan kembali. Kami kuburkan di pemakaman kampung,” ujarnya.

JUMPA WANITA

Sebelum menggali septic tank, dia bermimpi bertemu seorang perempuan cantik jelita yang sangat menyenangkan. “Saat menggali septic tank itu kami menemukan tulang belulang wanita bersama benda-benda kuno. Saya langsung teringat mimpi tersebut,” tutur ayah dua anak ini.

Baca jugaAbah Uqon: Tulang Belulang di Kampung Cigorowong Bogor Korban Tumbal

Ustaz alumni Universitas Djuanda Bogor ini bercerita, selama ini keberadaan makam seorang dayang Prabu Siliwangi beserta benda bersejarah peninggalan kolonial, tak pernah dia dengar dari kakek buyutnya yang asli warga Kampung Cigorowong. “Kakek buyut saya asli warga Cigorowong.
Mereka tidak pernah cerita adanya makam bersejarah. Hanya diceritakan, di kampung kami banyak gua-gua kecil karena di dasar tanah mengandung batuan karang dan kapur,”  terang dia.

Sedangkan lokasi ditemukan tulang belulang perempuan bersama benda-benda kuno itu, dulunya tempat yang disakralkan alias banyak larangannya. "Dulu waktu kecil, kami dilarang main di sekitar lokasi penemuan itu karena kata orang tua dulu, ada ular Cigorowong berukuran besar yang dikeramatkan warga sekitar," tandasnya.

MAKAM KRAMAT

Pernyataan senada dilontarkan Mimin (82), nenek Ustaz Raffi yang menceritakan, dia dan teman sebayanya saat masih kecil dilarang membuang sampah di sekitar lokasi penemuan ‘kuburan’ karena terdapat makam 'keramat' yang bila dilanggar dapat mendatangkan musibah. "Kata orang tua saya, di situ ada makam tokoh masyarakat namun kami tidak diberitahu namanya,” kata
Mimin.

Baca jugaRoh Tulang Belulang di Kampung Cigarowong Mengaku Bernama Nyai Siti dan Diperkosa Tentara Belanda

Sejak itu dia dan teman-teman tak pernah bermain di lokasi itu. “Intinya kita tidak boleh membuang sampah di situ karena sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Bila dilanggar pasti ada saja musibah," tukas Mimin tanpa menyebutkan musibah yang dimaksud.

Baca jugaTulang Belulang Perempuan di Kampung Cigorowong Diduga Korban Pemasungan di Zaman Belanda

Sedangkan tokoh pemuda Desa Cileungsi, Dede Firdaus menilai, penemuan benda kuno itu kemungkinan besar dapat dibenarkan sebagai barang peninggalan zaman penjajahan di Indonesia. Sepengetahuannya, di masa masih menjadi seorang aktivis HMI Universitas Pakuan wilayah Desa Cileungsi sempat menjadi lokasi peristirahatan warga Belanda.

“Bisa jadi itu memang benar. Seperti diketahui banyak orang tua dulu menyebut daerah Cileungsi menjadi tempat tinggal para penjajah Belanda,” tukas dia. (angga/iw/ird)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->