Download E-Paper

Sekat Arus Balik Diperkat, Ribuan Kendaraan Pemudik Dicekal, 'Melipir' ke Puncak

Rabu, 27 Mei 2020 - 09:00
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memantau langsung kegiatan pembatasan mobilitas orang ke Jakarta.(yono)

JAKARTA - Larangan mudik Lebaran diterapkan pemerintah, tapi  banyak masyarakat Jakarta yang ‘lolos’ sampai ke kampung halaman. Kini mereka akan sulit kembali ke Jakarta. Bahkan ribuan kendaraan pemudik ‘dicekal’ diminta balik ke daerah lagi.

Selain pemudik yang kembali ke Jakarta harus dibekali Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), sejumlah ruas tol, arteri dan jalan tikus kini ditongkrongi aparat gabungan Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP DKI.

Penyekatan arus balik mulai diberlakukan  H+1 sampai H+7 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Kebijakan ini menyusul
diperpanjangnya Operasi Ketupat Jaya yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Idham Azis.

“Perpanjangan dilakukan sebagai upaya menekan arus balik kendaraan  setelah Idul Fitri 1441 H. Dalam perpanjangan ini, Operasi Ketupat Jaya 2020 akan lebih ditingkatkan lagi,” kata Kapolri.

Alasan operasi diperpanjang melihat kondisi di lapangan, seperti masih adanya penumpukan kendaraan dan pemudik di masa pandemi covid-19.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Selasa (26/5/2020) petang memantau langsung pelaksanaan penyekatan arus masuk kendaraan menuju Jakarta.

DIPUKUL MUNDUR

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, sudah ribuan kendaraan pemudik dipukul mundur.

Tercatat, ada 2.717 kendaraan diputar balik pada, Minggu (24/5/2020). "Dari data Operasi Ketupat Jaya 2020, kendaraan yang diputar balikkan saat momen Idul Fitri 2020 sebanyak 2.717 kendaraan," kata Kombes Sambodo.

Hal tersebut dilakukan mencegah penyebaran wabah Covid-19. Sehingga atas kebijakan itu, pengendara akan diminta putar balik jika hendak masuk ke Jakarta tanpa SIKM. 

Di Karawang, sedikitnya 850 kendaraan yang hendak ke Jakarta saat melintas di KM 47B Tol Jakarta-Cikampek disuruh putar balik oleh petugas. Kasatlantas Polres Karawang, AKP Bima Gunawan Jauharie, mengaku  melakukan penyekatan di KM 47B Tol Jakarta-Cikampek sejak Senin (25/5/2020) sore.

"Kami mengantisipasi kendaraan-kendaraan yang hendak ke DKI Jakarta. Sasaran utama ya mereka yang tidak membawa SIKM itu,” lanjutnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut dilakukan bersama Dishub DKI, Satpol DKI, dan Korlantas Polri. Adapun kendaraan yang diputar balik diarahkan kembali ke Karawang Barat.

Di Depok, pemeriksaan ketat juga dilakukan. "Ada pengendara yang mau ke arah Jakarta melalui Jalan Raya Parung - Sawangan berhasil kami cegat dan suruh putar balik ke arah Bogor lagi," jelas Iptu Hakim, Kanit Binmas Polsek Sawangan.

Begitu pula di Tangerang, penyekatan dan penjagaan dilakukan secara ketat. Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam, memantau langsung titik penyekatan di Tol Cikupa. "Jadi di sini gabungan antar dua polda, yakni Polda Metro Jaya dengan Polda Banten," ujar Ade Ary di gerbang Tol Cikupa, Tangerang.

KAWASAN PUNCAK

Sementara itu kawasan Puncak Bogor mulai dibanjiri pemudik. Gagal mudik menjadi alasan warga memadati kawasan Puncak. Kendaraan mereka yang diminta putar balik, tak membuat para pemudik langsung pulang ke Jakarta.

“Sudah jauh-jauh diputar balik di Puncak. Ya sudah sekalian saja liburan di Puncak,” ujar Bastian (52), warga Tebet, Jakarta Selatan yang gagal mudik ke Padalarang.

Dia mengaku di Puncak menginap di vila dan akan pulang, Selasa (26/5/2020) malam. Kondisi serupa juga dilakukan ratusan pemudik yang diputar balik. Gagal mudik mengubah rencana mereka menjadi liburan di Puncak.

“Kalau langsung pulang capek. Istirahat semalam dulu. Hotel juga banyak yang buka,” kata Ambawarati, pemudik asal Jakarta yang gagal pulang ke Bandung.

Banyaknya pemudik yang gagal mudik dan diputar balik oleh petugas, membuat arus lalulintas padat. Kondisi ini diakui Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy yang menyebutkan banyak kendaraan yang diputar balik di Pos Rindu Alam, Cisarua.

“Kepadatan di Puncak pada Lebaran ketiga disebabkan warga Jakarta yang ingin keluar kota namun kami putar balik di perbatasan Pos PSBB Rindu Alam. Kawasan Puncak masih menjadi primadona bagi warga Jabodetabek. Tapi, adanya pandemi Covid-19 dan juga ada kebijakan PSBB, maka aturan tetaplah harus ditegakan,” bebernya.

Kapolres juga menyebut masih banyak restoran di sepanjang Jalur Puncak yang melayani tamu, menjadi salah satu kawasan ini dipadati pengunjung. Sebab itu dia berkoordinasi dengan Bupati Bogor Ade Yasin selaku Ketua Gugus Tugas Kabupaten Bogor, menertibkan tempat-tempat makan tersebut. Hasilnya  petugas Satpol PP diterjunkan lalu
menyegel sejumlah restoran di kawasan wisata  tersebut. (ilham/junius/angga/toga/bi/iw/ird/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->