Download E-Paper

Lebaran Pintunya Ditutup Pintu Maaf Tetap Terbuka

Minggu, 24 Mei 2020 - 06:25

SEJAK merdeka kita memiliki 23 Menteri Agama. Tapi Fachrul Razi adalah satu-satunya Menag yang berani mengimbau, Lebaran jangan terima tamu! Apa mau dikata, ini semua gara-gara Covid-19. Tapi meski pintu ditutup, pintu maaf tetap terbuka.

Sepanjang sejarah Republik, bahkan mungkin sepanjang sejarah peradaban manusia, baru kali ini Lebaran tanpa salat Id di mesjid maupun lapangan. Virus Corona memang luar biasa, bisa meluluh-lantakkan aturan dan hukum di dunia. Karena Covid-19, orang pun semua menjadi maklum adanya.

Ada kecenderungan, virus Corona terus meningkat. Kemarin sore dilaporkan Jubir dr. Ahmad Yurianto, korban positif tercatat 21.745 orang. Maka Presiden Jokowi pun sejak 10 April menetapkan PSBB alias lockdown korting 50 persen. Kalau mobil –manual– namanya main setengah kopling. Ini berlaku bagi daerah Zona Merah.

Karena ketentuan ini, kemarin Menag terpaksa mengimbau agar pada Idul Fitri 1441 H hari ini, tidak salat Id di mesjid dan lapangan. Semua salat Id di rumah masing-masing. Setiap rumah jangan terima tamu, hahalbihalal cukup online saja via video call atau WA. Presiden Jokowi juga tidak menggelar open house seperti biasanya.

Inilah satu-satunya Menag dari 23 Menag yang pernah menjabat di Indonesia, yang berani melarang orang tak terima tamu di hari Lebaran. Tapi mau bagaimana lagi, siapa tahu si tamu pengidap Covid-19, atau tuan rumah sendiri. Maka demi kemaslahatan bersama, kali ini Lebaran harus tutup pintu. Tapi percayalah, pintu maaf selalu terbuka bagi mereka yang memohon, meskipun hanya di luar pagar rumah.

Hadits Nabi mengatakan, tamu mendatangkan rejeki maka harus dimuliakan. Tapi dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, si tamu bisa saja juga membawa Covid-19 di balik baju koko atau gamis yang dikenakan. Karenanya, Menag hanya mengimbau. Jika terjadi apa-apa, risiko ditanggung sendiri.

Memang tak semua daerah mematuhi imbauan Menag. Di Bekasi 800 mesjid siap menggelar salat Id hari ini. Di Kabupaten Karanganyar (Jateng), Pemda tetap hendak melaksanakan. Meski Kepala Kantor Kemenag setempat mundur dari khatib, diambil alih oleh Bupatinya sendiri, Yuliyatmono.

Relaksasi PSBB memang memungkinkan banyaknya terjadi pelanggaran. Semoga saja virusnya bisa “diajak damai” tidak menyebar. Kalau bisa jangan hanya sementara, tapi selamanya, sehingga Indonesia bangkit kembali, rakyatnya kembali kerja, kerja, kerja. (gunarso ts)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

Rekomendasi



-->